By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mampu Dongkrak Pariwisata, Wali Kota Semarang Apresiasi Suksesnya Gelaran Ajang Lari 10 K 2025
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mampu Dongkrak Pariwisata, Wali Kota Semarang Apresiasi Suksesnya Gelaran Ajang Lari 10 K 2025

Last updated: 15 Desember 2025 05:05 05:05
Jatengdaily.com
Published: 15 Desember 2025 05:05
Share
Sukses digelar, 3.000 peserta ikut Kompas Semarang 10 K. Foto: dok/pemkot
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Gelaran Kompas Semarang 10K 2025 mendapat apresiasi dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Menurutnya, ajang lari bergengsi ini tidak hanya menghadirkan olah raga massal yang tertib dan aman, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi perekonomian dan pariwisata Kota Semarang.

Event lari yang digelar di kawasan Kota Lama tahun ini diikuti sekitar 3.000 peserta, dengan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Bahkan, banyak warga yang belum mendapatkan kesempatan ikut karena keterbatasan kuota.

Agustina menyampaikan tingginya minat masyarakat tersebut menunjukkan bahwa warga Kota Semarang memiliki kebutuhan besar terhadap ruang-ruang aktivitas publik yang sehat, inklusif, dan membanggakan kota sendiri.

“Banyak yang menyampaikan ke saya tidak kebagian slot. Itu artinya event seperti ini memang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, saya sudah menyampaikan agar kapasitas bisa ditambah pada tahun depan,” ujar Agustina usai mengikuti kegiatan, Minggu (14/12).

Lebih dari sekadar ajang lari, Agustina menilai Kompas Semarang 10K menjadi penggerak sport tourism yang nyata. Berdasarkan pengamatan di lapangan, sekitar separuh peserta berasal dari luar Kota Semarang.

“Mereka datang minimal dari malam sebelumnya, menginap, makan, belanja, dan menikmati suasana Kota Lama. Kalau hari ini belum sempat menjelajah, setidaknya mereka mendapat pengalaman tentang betapa indahnya Kota Lama di sore hari. Ini pergerakan ekonomi yang langsung dirasakan,” jelasnya.

Dampak tersebut dirasakan pelaku usaha lokal, mulai dari hotel, kuliner, transportasi, hingga UMKM di sekitar kawasan Kota Lama. Menurut Agustina, inilah contoh bagaimana event olah raga bisa menjadi instrumen pembangunan ekonomi kota yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota Semarang, lanjut Agustina, membuka diri untuk mendukung penyelenggaraan berbagai event serupa, baik lari jalan raya, trail run, maupun kegiatan olah raga lainnya, selama memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Event seperti ini bukan hanya soal lomba, tapi menggerakkan ekonomi. Kalau ada komunitas atau pihak yang ingin menggelar event di Kota Semarang, silakan hubungi Pemkot. Kami siap mendukung,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager Event Kompas, Budhi Sarwiadi, menjelaskan bahwa dari total 3.000 peserta terdaftar, sebanyak 2.935 pelari benar-benar turun ke lintasan, ditambah 100 peserta kategori Kids Run. Dari sisi keselamatan, pelaksanaan berjalan aman dan terkendali.

“Dari sisi medis juga aman. Ada dua peserta yang sempat dirujuk ke rumah sakit untuk pemulihan, namun kondisinya stabil dan tidak ada kasus serius,” kata Budhi.

Budhi juga menyebut sekitar 50 persen peserta berasal dari luar Kota Semarang dan sebagian besar sudah datang sejak Jumat, sehingga menginap minimal dua hari bersama keluarga. Hal ini memperkuat dampak ekonomi langsung bagi Kota Semarang.

Terkait usulan penambahan kuota peserta tahun depan, Budhi menyampaikan pihak penyelenggara akan melakukan kajian mendalam dengan mempertimbangkan kenyamanan pelari dan daya dukung kawasan Kota Lama.

“Penambahan peserta harus tetap menjaga kualitas lomba. Jangan sampai terlalu padat dan mengurangi pengalaman berlari,” pungkasnya. She

You Might Also Like

Semen Gresik Bersama Petani SGSP Panen Raya Buah Kelengkeng dan Durian di Kebun Hortikultura Pabrik Rembang
PWI Pusat Tegaskan Pasal 8 UU Pers Konstitusional, Minta Perlindungan Wartawan Diperkuat
Kasus Covid-19 Tinggi, MUI Imbau Warga Tak Abai Patuhi Prokes
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Tiap Selasa Tiket BRT Trans Semarang Cukup Tukar dengan Botol Plastik
Deklarasi Tim Hukum Nasional AMIN Jateng Kuatkan Pemenangan Paslon 1
TAGGED:Ajang Lari 10 K 2025Dongkrak Pariwisatawali kota semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?