SEMARANG (Jatengdaily.com) – Masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) reguler tahun 1447 H/2026 M tahap pertama resmi berakhir pada Selasa (23/12/2025). Di Jawa Tengah, antusiasme calon jemaah terbilang tinggi dengan tingkat pelunasan mencapai 79,02 persen dari total kuota yang tersedia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Bidang Haji dan Umrah, Fitriyanto, menyampaikan bahwa dari kuota 33.844 jemaah, sebanyak 26.744 orang telah menyelesaikan kewajiban pembayaran Bipih.
“Secara umum, progres pelunasan di Jawa Tengah cukup baik dan menunjukkan kesiapan jemaah untuk berangkat haji tahun depan,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Berdasarkan data kewilayahan, Kota Magelang mencatat capaian tertinggi dengan tingkat pelunasan mencapai 89,94 persen, yakni 143 jemaah lunas dari total 159 jemaah. Sementara itu, Kota Semarang sebagai daerah dengan kuota terbesar di Jawa Tengah, yakni 1.721 jemaah, mencatat sebanyak 1.242 orang atau 74,96 persen telah melunasi Bipih.
Adapun Kabupaten Wonosobo menjadi wilayah dengan persentase pelunasan terendah, yaitu 69,96 persen, dengan 708 jemaah lunas dari total 1.012 jemaah.
Bagi calon jemaah yang belum sempat melunasi pada tahap pertama, pemerintah memastikan masih ada kesempatan pada tahap berikutnya. “Pelunasan Bipih tahap kedua akan dibuka pada 2 hingga 9 Januari 2026,” jelas Fitriyanto.
Pada tahap kedua, pelunasan akan diprioritaskan bagi lima kategori jemaah, yakni jemaah yang mengalami kendala sistem pada tahap pertama, pendamping jemaah lanjut usia, jemaah disabilitas beserta pendampingnya, jemaah yang terpisah dari mahram atau keluarga inti, serta jemaah haji cadangan sesuai urutan kuota.
“Kami terus menggencarkan sosialisasi agar calon jemaah segera mempersiapkan diri dan memanfaatkan sisa waktu pelunasan di gelombang kedua,” tambahnya.
Sementara itu, secara nasional, Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Ian Heriyawan, melaporkan bahwa hingga akhir tahap pertama, jumlah jemaah yang telah melunasi Bipih mencapai 149.159 orang atau sekitar 73,99 persen. Provinsi Kalimantan Tengah menjadi daerah dengan progres tertinggi secara nasional, mencapai 88,88 persen.
Namun demikian, Ian menyoroti rendahnya tingkat pelunasan di Provinsi Aceh (56,58 persen) dan Sumatera Utara (62,50 persen). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah.
“Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, pemerintah memberikan kebijakan relaksasi pelunasan bagi jemaah di wilayah terdampak bencana agar tetap dapat melunasi pada tahap kedua,” tegas Ian, dikutip dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah, Jumat (26/12/2025).
Menjelang dibukanya tahap kedua pasca-libur Natal dan Tahun Baru, Kementerian mengimbau calon jemaah untuk segera melengkapi seluruh persyaratan, khususnya istithaah kesehatan yang menjadi syarat mutlak dalam proses pelunasan.
Kementerian juga menegaskan bahwa seluruh proses pembayaran Bipih hanya dilakukan melalui perbankan resmi, tanpa pungutan tambahan apa pun. Masyarakat diminta waspada dan segera melapor apabila menemukan oknum yang meminta biaya di luar ketentuan melalui kantor Kemenag setempat atau kanal media sosial resmi. St


