Bea Cukai Tanjung Emas Semarang. Foto: adri

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Petugas Bea Cukai Tanjung Emas Semarang memberlakukan larangan produk impor makanan dan minuman (mamin) dari China melalui Jateng. Pelarangan ini berlaku untuk mengantispasi merebaknya wabah virus Corona yang terjadi di negara tersebut.

“Kita harus hati-hati agar tidak menimbulkan kepanikan. Jika ada barang dari China masuk kita protek dulu, meski belum tentu kena virus. Biasanya yang diimpor itu minuman herbal, kacang-kacangan. Kita agak waspada karena menyangkut keselamatan warga negara kita,” kata Kepala Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, Anton Martin, Jumat (7/2/2020).

Dia menyebut hampir 65 persen produk impor berasal dari Tiongkok mendapat pengawasan ketat di kawasan pelabuhan dan bandar udara yang ada di Jawa Tengah.

“Meski pengirimannya tidak terlalu besar, ada beberapa barang elektronik seperti kabel listrik, komponen mesin, alat kesehatan yang didatangkan dari China,” jelasnya.

Sedangkan tiap bulan terdapat empat produk impor dari Tiongkok yang dikirim ke Jateng.

“Total ada empat yang diimpor dari Wuhan. Transaksinya dari Wuhan biasanya komoditinya kabel, mesin dan alat kesehatan. Karena barang dari China cukup besar. Sekitar 65 persen impor masuk ke Tanjung Emas dari China. Ada 9.000 kontainer per bulan,” ungkapnya.

Dampak dari pengawasan barang impor bisa terlihat pada bulan depan. Untuk saat ini aktivitas penerimaan impor masih landai karena berbarengan dengan musim libur panjang Imlek di China.

“Jadi semua barang dari sana kita Border dulu. Untuk dampaknya kita baru bisa lihat perkembangan pada bulan depan,” tutup Anton Martin. Adri-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here