By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mengapa Terjadi Perbedaan Awal dan Akhir Ramadan? Prof Izzuddin Ungkap Solusinya
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mengapa Terjadi Perbedaan Awal dan Akhir Ramadan? Prof Izzuddin Ungkap Solusinya

Last updated: 3 Maret 2025 07:26 07:26
Jatengdaily.com
Published: 3 Maret 2025 07:26
Share
Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia Prof Dr H Ahmad Izzuddin MAg menjadi narasumber pada Talkshow Ramadan bertema “Mengapa Awal Akhir Ramadan Bisa Berbeda” di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Minggu (2/3/2025). Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Perbedaan yang biasa terjadi pada penentuan awal Ramadan dan akhir Ramadan diakibatkan oleh perbedaan makna “rukyah”. Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia Prof Dr H Ahmad Izzuddin MAg dalam Talkshow Ramadan bertema “Mengapa Awal Akhir Ramadan Bisa Berbeda” di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Minggu (2/3/2025).

“Pada dasarnya perintah untuk kita memulai dan mengakhiri puasa Ramadan itu di antaranya ada hadis Buchari Muslim : “Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal dan jikalau terhalang mendung, maka sempurnakan bulan sya’ban atau Ramadan 30 hari,” jelas KH Izzuddin.

Dalam talkshow Ramadan yang dihadiri ratusan Jama’ah itu Prof Izzuddin mengungkapkan, Sebagian golongan memahami harus dengan pengamatan, baik secara langsung maupun dengan alat seperti teleskop atau kamera.

Baca Juga: Awal Ramadan Ada Kemungkinan Berbeda

“Golongan yang lain bisa dengan pemaknaan secara teori bahwa hilal atau bulan sudah ada dalam posisi secara perhitungan, secara matematika bisa ditentukan. Kemudian muncul perbedaan antara metode hisab dengan Rukyatul Hilal secara langsung,” ungkapnya.

Pada sesi interaktif, Nurhadi dari Banten mempertanyakan solusi agar ada titik temu antara metode hisab dan Rukyah. “Sehingga Indonesia itu tidak ada lagi perbedaan diawal Ramadan ini,” katanya.

Menanggapi pertanyaan itu, Prof Izzuddin mengatakan terdapat dua cara yaitu pertama, perlu ada kemauan bersama dari masing-masing ormas membangun kesepakatan untuk membangun kriteria bersama. “Kemudian kita tinggalkan kriteria masing-masing,” katanya.

Kedua, perlu ada kesepakatan siapa yang diberi wewenang untuk mengisbatkan awal Ramadan, Syawal dan Dzulhijah di Indonesia. “Kalau dua kesepakatan ini bisa dilakukan, saya yakin pelan-pelan akan bisa bersama-sama dalam mengawali dan mengakhiri bulan Ramadan,” jelas Ketua panitia Gebyar Ramadan 1446 H MAJT.

Meski demikian lanjut Prof Izzuddin, dalam stigma fiqih berbeda itu boleh, namun sebenarnya konsep fiqihnya cukup jelas yaitu kalau berbeda, tidak perlu dipublikasikan. Dia menilai pemerintah melalui kementerian agama sudah berupaya maksimal, sehingga ada yang disebut dengan pelaksanaan sidang Isbat Pemerintah.

Menghadirkan Tokoh-tokoh Jawa Tengah

Sekretaris Pelaksana Pengelola (PP) MAJT Drs KH Muhyiddin MAg mengatakan, Talkshow Ramadan digelar setiap hari selama bulan Ramadan mulai pukul 16.30 – 17.30 WIB. Masjid Agung Jawa Tengah, kata KH Muhyiddin, selalu membuat program kepeloporan.

“Tahun lalu kita mengadakan lomba-lomba, tahun ini kita mengadakan talkshow. Talkshow ini menghadirkan tokoh-tokoh Jawa Tengah di antaranya Rektor Udinus, rektor Undip, Rektor Upgris, Rektor Unwahas, dan juga tokoh-tokoh organisasi Islam seperti Ketua umum MUI, Ketua Baznas RI, Ketua Baznas Provinsi, mantan Gubernur Ali Mufiz juga kita tampilkan dengan tema-tema masing-masing,” kata KH Muhyiddin usai Talkshow Ramadan.

Harapannya tema-tema tersebut dapat menyentuh pada persoalan umat. “Temanya ringan-ringan saja supaya bisa diikuti oleh semua kalangan,” jelasnya.

Talkshow Ramadan 1446 H MAJT, selain disiarkan melalui kanal YouTube MAJT TV, juga disiarkan oleh beberapa stasiun televisi dan radio. Antara lain TVKU, SCTV, Kebumen TV, Radio USM Jaya, Fast FM, LPPL Wonosobo, LPPL Sukoharjo, LPPL Kebumen, Permata FM, TA Radio dan Radio Pesona. St

You Might Also Like

Universitas Trisakti Percayakan Mahasiswanya Pelatihan di PPSDM Migas
“Tetap Cinta” Cara Mark Pattie Keluar dari Zona Nyaman
PSIS Bertekad Curi Poin Lawan PSS Sleman
Presiden Tinjau Pembangunan Industri dan Serahkan Bantuan Pangan di Cilegon
Masa PPKM, Pelaku Usaha Kreatif Demak Diminta Tak Berhenti Berkreasi
TAGGED:Mengapa Terjadi Perbedaan Awal dan Akhir RamadanProf IzzuddinUngkap Solusinya
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?