SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pancasila Adventure: Penguatan Pengamalan Pancasila Berbasis Gamifikasi pada Siswa Jogja Patriae Academy (JPA) Yogyakarta.”
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan siswa sekolah teologi JPA melalui pendekatan yang inovatif dan menyenangkan. Pancasila Adventure merupakan sebuah aplikasi edukatif berbasis gamifikasi yang dirancang untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian siswa dengan lebih interaktif.
Tim Pengabdian Masyarakat yang terdiri atas tiga dosen dan tiga mahasiswa ini berfokus pada pengenalan dan pelatihan penggunaan aplikasi Pancasila Adventure kepada 15 siswa Jogja Patriae Academy yang berlokasi di Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta.
Sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, Pancasila memiliki peran sentral dalam membentuk karakter generasi penerus. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal menjadi tempat strategis untuk menanamkan nilai-nilai luhur tersebut sejak dini. Jogja Patriae Academy, sebagai institusi pendidikan berbasis teologi Kristen yang awalnya berbentuk homeschooling, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan.
Ketua Tim Pengabdian, Eni Rahmawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menghadirkan media pembelajaran yang mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila secara menyenangkan dan aplikatif.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para siswa Jogja Patriae Academy, tidak hanya dalam pemahaman nilai-nilai Pancasila secara konseptual, tetapi juga dalam pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Eni Rahmawati, S.Pd., M.Pd., Ketua Tim Pengabdian Masyarakat.
Aplikasi Pancasila Adventure memiliki tiga fitur utama: mode belajar, tantangan dan kuis, serta capaian hasil pembelajaran. Fitur-fitur ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilainya melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi pelatihan penggunaan aplikasi kepada siswa dan guru JPA, pendampingan kolaboratif dalam proses implementasi, serta evaluasi dan tindak lanjut untuk memastikan keberlanjutan program. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan para siswa, yang merasakan pendekatan gamifikasi sebagai metode pembelajaran yang lebih menarik dan efektif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa JPA dapat menjadi insan Pancasilais yang bermoral, berintegritas, dan bertanggung jawab, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dalam menanamkan karakter kebangsaan di era digital. St


