By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Rayakan Ritual Puji Jagat, Warga Temanggung Berebut Air Berkah dan Gunungan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Rayakan Ritual Puji Jagat, Warga Temanggung Berebut Air Berkah dan Gunungan

Last updated: 10 Juni 2025 10:09 10:09
Jatengdaily.com
Published: 10 Juni 2025 10:09
Share
Ritual Puji Jagat di Temanggung. Foto: Pemkab Temanggung
SHARE

TEMANGGUNG (Jatengdaily.com)- Warga berebut air berkah pada Merti Dusun Nyadran Lepen Sesaji Puji Jagat yang digelar petani di Dusun Lamuklegok, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo,Temanggung, Senin (9/6/2025).

Air yang diambil dari tuk ringin dan telah diberi doa itu untuk cuci muka, diminum, membersihkan alat pertanian dan ada pula yang dicipratkan pada alat produksi pertanian dan perangkat kesenian.

Warga tumpah ruah di sepanjang jalan desa untuk mengikuti dan melihat kirab budaya dalam rangkaian nyadran.

Sebelumnya, dihelat upacara puji jagat di sebuah tanah lapang yang diikuti warga, kelompok kesenian, segenap perangkat desa dipimpin Kepala Desa Legoksari, Bandel Sukoyo.

Kepala Desa Legoksari Bandel Sukoyo mengatakan, merti dusun untuk menghormati leluhur dan wujud syukur pada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan segala rezeki pada warga, seperti air dan tanah yang menghasilkan kesinambungan kehidupan. “Hormat pada leluhur dan bersyukur atas segala karunia, kami gelar ritual ini,” katanya dilanasir dari laman InfoPublik.

Ditambahkan, merti dusun sudah dilaksanakan sejak nenek moyang, dan warga sendiri tidak tahu mulai kapan, pihaknya hanya mendapat kewajiban untuk melestarikan.

“Pada ritual ini tertanam nilai-nilai persatuan dan kerukunan untuk menghasilkan sesuatu yang baik untuk masyarakat di desa. Terutama mewariskan ke anak cucu,” lanjutnya.

Tumpeng dan gunungan yang tersusun dari hasil bumi sebagai sesuatu yang wajib disajikan dalam upacara tersebut. Keberadaanya wajib, karena selama ini, Tuhan telah menganugerahkan hasil bumi.

“Warga bersyukur, karena telah dianugerahi air untuk menghidupi semua warga dan tanaman juga bisa hidup dari itu,” lanjutnya.

Sesepuh desa, Sutopo menambahkan, rangkaian kegiatan di antaranya Minggu (8/6/2025) malam, ada boyong gongso, yakni ada boyongan pusaka untuk dimandikan (jamas). Selain itu, ada pagelaran wayang kulit semalam. she 

You Might Also Like

Resmi Dilantik, PC IKA PMII Demak Fokus Distribusi Kader dan Pendirian Yayasan
Seminar Membedah Kewajiban Membayar Royalti
Sebelum Daftar ke KPU, Esti-Jos Ziarah ke Makam Sunan Kalijaga
Hasil Rapat Sesepuh NU, KH Ma’ruf Amin Sebut Proses Pemakzulan Yahya Cholil Staquf Tak Sesuai AD/ART
Jalani Masa Tahanan, Ahli Waris Terima JP
TAGGED:Ritual Puji JagatWarga Temanggung Berebut Air Berkah
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?