By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemkab Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Sampai 4 Februari 2025
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemkab Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Sampai 4 Februari 2025

Last updated: 23 Januari 2025 06:29 06:29
Jatengdaily.com
Published: 23 Januari 2025 07:00
Share
Bupati Pekalongan, Fadia A Rafiq tinjau lokasi bencana. Foto: Humas Pemkab Pekalongan
SHARE

KABUPATEN PEKALONGAN (Jatengdaily.com)– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, yakni 21 Januari sampai 4 Februari 2025.

Status tersebut ditetapkan setelah bencana longsor dan banjir terjadi di Kecamatan Petungkriyono dan lainnya, Senin (20/01/2025) malam. Sebanyak 20 orang korban yang meninggal dunia dalam bencana tersebut telah dievakuasi, sementara 8 orang lainnya masih dalam pencarian.

Bupati Pekalongan, Fadia A Rafiq, menjelaskan, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah darurat.

“Kami telah menyiapkan posko di 4 kecamatan terdampak longsor, yaitu Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran dan Kandangserang,” ungkapnya, usai meninjau lokasi terdampak bencana longsor.

Ditambahkan, posko juga didirikan di daerah yang terdampak banjir, seperti Kecamatan Kedungwuni, Doro, Wonopringgo, Wonokerto, Siwalan, Wiradesa, dan Tirto.

”Total ada 11 kecamatan dari hulu hingga hilir yang terdampak longsor dan banjir bandang. Pemkab sudah menetapkan darurat bencana, kita siapkan posko di masing-masing kecamatan,” kata Fadia.

Bupati juga telah meminta dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, terutama karena akses menuju daerah terdampak, seperti Petungkriyono, terputus akibat longsor.

Lebih lanjut, pemkab akan membangun infrastruktur yang rusak dengan menggunakan dana tidak terduga (DTT). ”Kita harus cepat bangun dengan DTT, Dana Tidak Terduga agar tidak putus ekonomi masyarakat dan sekolah,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, menyampaikan, proses evakuasi dan pencarian korban bencana longsor akan terus dilakukan. ”Untuk evakuasi, kita lakukan bersama tim dan relawan, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca. Dan untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap waspada dan berdoa,” ucapnya dilansir dari laman humas prov Jateng Kamis (23/1/2025).  she 

You Might Also Like

Forum Komunikasi Aktivis Masjid DIY Buka Bersama dan Berbagi untuk Anak Yatim
The Dance Company Band Rayakan Ultah ke-13 di Bali
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kunjungi Petani Kopi di Banjarnegara
Komunikasi Berbasis Budaya di Kalangan Generasi Muda Perlu Dibangun Kembali
Dikunjungi Menag, PGSI Demak Ajukan Kuota 240 Ribu P3K-PNS
TAGGED:Bupati PekalonganFadia A RafiqPemkab PekalonganTanggap Darurat Bencana
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?