By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemuda Bodeh Didorong Jadi Jurnalis Warga, Siap Wujudkan Desa Tangguh Bencana
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemuda Bodeh Didorong Jadi Jurnalis Warga, Siap Wujudkan Desa Tangguh Bencana

Last updated: 26 Juli 2025 20:45 20:45
Jatengdaily.com
Published: 26 Juli 2025 20:45
Share
Kegiatan Sosialisasi Jurnalisme Warga (Citizen Journalism) yang digelar oleh Tim KKN Giat Unnes 12 di Dukuh Bodeh, Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Rabu (23/7/2025).Foto:dok
SHARE

KLATEN (Jatengdaily.com) — Semangat kesiapsiagaan bencana mulai tumbuh di kalangan pemuda pedesaan. Hal itu tercermin dari kegiatan Sosialisasi Jurnalisme Warga (Citizen Journalism) yang digelar oleh Tim KKN Giat Unnes 12 di Dukuh Bodeh, Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Rabu (23/7/2025).

Contents
Belajar Menulis dari Fase Normal hingga Pasca BencanaApresiasi dari Tokoh Pemuda SetempatPemuda Sebagai Agen Informasi di Tengah BencanaLangkah Nyata Menuju Desa Tangguh

Acara yang menggandeng Karang Taruna Bakti Anom Dukuh Bodeh ini bertujuan mengenalkan konsep jurnalisme warga sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung program Desa Tangguh Bencana (Destana). Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini mengajak pemuda desa untuk tidak sekadar menjadi penonton saat bencana terjadi, tapi juga berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang akurat dan cepat kepada masyarakat luas.

Belajar Menulis dari Fase Normal hingga Pasca Bencana

Dalam sesi sosialisasi, para peserta dibekali pemahaman praktis tentang bagaimana menyusun informasi atau menulis berita dalam empat fase kebencanaan: non-disaster (saat kondisi normal), pre-disaster (sebelum bencana), during disaster (saat bencana berlangsung), dan post-disaster (pasca bencana). Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, disertai simulasi sederhana agar peserta bisa langsung mempraktikkan.

Tak hanya itu, peserta juga diajak berdiskusi soal pentingnya media sosial sebagai alat bantu penyebaran informasi, serta etika dasar dalam menyampaikan kabar, terutama saat situasi darurat.

Apresiasi dari Tokoh Pemuda Setempat

Ketua Karang Taruna Bakti Anom, Dwi Handoko, menyambut positif kegiatan ini. Ia mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai membawa angin segar bagi peningkatan kapasitas pemuda desa.

“Kami berterima kasih dan sangat mengapresiasi program kerja dari Tim KKN GIAT UNNES 12 ini. Ini menjadi bekal berharga bagi kami jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Setidaknya kami sudah memiliki dasar pengetahuan untuk bertindak,” ujar Dwi.

Pemuda Sebagai Agen Informasi di Tengah Bencana

Pelatihan ini menempatkan pemuda desa sebagai agen informasi yang tak hanya menerima, tetapi juga menyampaikan informasi secara mandiri dan bertanggung jawab. Peran mereka menjadi sangat vital, terutama dalam mengantisipasi lambatnya arus informasi resmi dari pemerintah saat terjadi bencana.

Dengan keterlibatan aktif pemuda dalam jurnalisme warga, diharapkan sistem peringatan dini dan koordinasi penanganan bencana di tingkat lokal bisa berlangsung lebih cepat dan efektif. Informasi yang berasal dari warga, untuk warga, terbukti mampu memperkuat solidaritas sosial serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana.

Langkah Nyata Menuju Desa Tangguh

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk membangun desa yang tangguh, mandiri, dan responsif terhadap ancaman bencana. Di era digital seperti sekarang, jurnalisme warga tak lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan nyata untuk memperkuat ketahanan sosial dan komunikasi masyarakat.

Semangat yang ditunjukkan para pemuda Dukuh Bodeh ini menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan bencana tak harus dimulai dari lembaga besar, tetapi bisa tumbuh dari ruang-ruang kecil, bahkan dari sebuah dusun yang bersatu dalam kesadaran kolektif menjaga keselamatan bersama. St

You Might Also Like

Bank Mandiri Kenalkan Fitur Livin’ Around The World di Taiwan, Singapura dan Malaysia
Jurnal Hukum Unissula Bereputasi Internasional
Cegah Penyebaran Covid-19, Puluhan Personel Polres Temanggung Jalani Test Swab
Kapolres dan Dandim Blusukan Kampung, Bagikan Bantuan Pangan Sembari Edukasi Prokes
SIG Tuntaskan Dokumen Rencana Pengelolaan Warisan Budaya Bulu Sipong di Area Operasi PT Semen Tonasa
TAGGED:Pemuda Bodeh Didorong Jadi Jurnalis WargaWujudkan Desa Tangguh Bencana
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?