Pentingnya Akhlak dalam Kehidupan Generasi Z: Menghadapi Tantangan dan Peluang

8 Min Read

Oleh: Natasya Alicya

Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

SEMUA aspek kehidupan manusia telah dipengaruhi oleh perekembangan zaman yang begitu pesat di abad ke-21. Kemunculan generasi baru yang dikenal sebagai generasi-z, generasi yang lahir antara pertengahan 1990-an dan awal 2010-an adalah salah satu fenomena sosial yang sangat mencolok sebagai generasi digital-native pertama. Mereka telah terbiasa dengan internet, media sosial, dan teknologi komunikasi canggih sejak kecil.(No et al., 2024) Mereka berkembang di era digital dimana informasi menjadi lebih mudah diakses, globalisasi dan interaksi tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Kehidupan gen-z sangat dipengaruhi oleh arus informasi yang digital yang terus-menerus. Dengan smartphone yang selalu ada di genggaman mereka, sehingga mereka dapat mengakses konten global dalam satu hari. Memang, kemudahan ini membuka banyak peluang, seperti akses ke ilmu pengetahuan, kesempatan kerja kreatif, dan kemampuan untuk membangun jejaring di seluruh dunia. Namun, ada masalah besar di balik itu banjir informasi juga berarti banjir nilai, baik yang bermanfaat maupun yang merugikan.

Dalam situasi seperti ini pentignya akhlak sebagai dasar kehidupan menjadi sangat penting. Akhlak adalah sisitem nilai mendalam yang mengatur hubungan manusia dengan tuhan, sesama manusia, dan alam semesta. Bukan hanya aturan sopsn sntun atau etika sosial. Akhlak membantu orang membuat keputusan, menjadi penyeimbang saat menghadapi tekanan sosial, dan menjaga diri dari hal-hal yang buruk di sekitar mereka.

Kritis moral sekarang menjadi realitas nyata dan bukan lagi hisapan jempol. Banyak kasus perundungan, pelecehan, penyalahgunaan media sosial, dan sikap intoleran yang terjadi dikalangan remaja menunjukkan bahwa pendidikan moral penting sayangnya, generasi muda lebih mengenal dan mengidolakan karakter dunia maya dari pada karakter teladan yang bermolar dan berakhlak mulia.

Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi muda secara menyeluruh dan berkelanjutan. Dalam Islam akhlak memiliki tempat yang sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa akhlak adalah inti dari keberadaan manusia yang bermartabat, dan bahwa nabi muhammad saw diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, ketika akhlak menjadi dasar dalam bertindak, seseorang tidak hanya menjadi cerdas secara intelektual, tetapi menjadi bijak secara emosional dan spiritual.hal inilah yang dibutuhkan gen-z untuk menghadapi tantangan modern dengan hati yang kuat dan prinsip yang kokoh.

  1. Pengertian dan Pentingnya Akhlak

Akhlak berasal dari bahasa arab akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan, , sesuai dengan timbangan (wazan) tsulasi majid af‟ala, yuf‟ilu if‟alan yang berarti al-sajiyah (perangai), ath-thabi‟ah (kelakuan, tabi‟at, watak dasar), al-„adat (kebiasaan, kelaziman), al-maru‟ah (peradaban yang baik), dan al-din (agama)(Akilah Mahmud, 2019). Dalam terminoligi Islam, merujuk pada  perilaku yang bersumber dari hati nurani dan nilai-nilai agama yang tinggi, kemudian tercermin dalam sikap dan kebiasaan sehari-hari.

Akhlak bukan soal hubungan manusia dengan manusia akan tetapi meliputi, hubungan dengan allah (hablum minallah), hubungan antar sesama manusia ( hablum minannas), dan hubungan dengan lingkungan sekitar( hablum minal’alam).

Akhlak adalah salah satu pilar utama dalam agama Islam. Dengan memiliki akhlak yang baik, kita tidak hanya mendapatkan ridha Allah tetapi juga menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai. Marilah kita senantiasa berusaha untuk memperbaiki akhlak kita dan menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.

Dengan itu Akhlak mulia dapat membantu Generasi Z dalam membangun identitas diri yang positif dan teguh dalam berprinsip, terutama ketika mereka sering terpengaruh oleh tren dan tekanan sosial yang tidak selalu sesuai dengan nilai agama dan budaya. Mencontoh akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan moral memberikan panduan hidup yang relevan dan kokoh.

Menurut imam ghazali akhlak sebagai sifat yang tertanam dalam jiwa dari lahirnya perbuatan dengan mudah, tanpa perlu dipikirkan atau direncanakan terlebih dahulu. Artinya, akhlak adalah buah dari proses internalisasi nilai-nilai yang terus menerus sehingga menjadi karakter tetap seseorang. Jika nilai yang tertanam itu baik, maka perbuatannya juga akan baik, begitu pula sebaliknya.(Rohayati, 1997).

Namun, dalam pendidikan karakter kontemporer, akhlak dapat didefinisikan sebagai set nilai moral yang membentuk integritas seseorang, seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, disiplin, dan kerja sama. Nilai-nilai ini universal dan tidak terbatas pada agama atau budaya tertentu, sehingga dapat diterapkan pada semua orang.

Akhlak juga berfungsi sebagai ukuran kedewasaan moral dan sosial seseorang. Dalam kehidupan nyata, orang yang memiliki gelar tinggi tetapi tidak bermoral dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sebaliknya, orang yang memiliki akhlak mulia meskipun tidak memiliki gelar tinggi dapat menjadi orang yang dihormati dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

  1. Tantangan yang dihadapi generasi Z
  2. Paparan konten negatif dan informasi tidan terverifikasi

Media sosial dan internet menyediakan berbagai konten yang tidak selalu mendidik, bahkan bisa merusak moral seperti pornografi, kekerasan, dan ujaran kebencian.

  1. Perubahan norma sosial yang cepat

Nilai dan norma sosial berubah dengan cepat, sehingga generasi z sering kebingungan dalam menentukan mana yang benar dan mana yang salah, apalagi tidak dilandasi oleh moral yang kuat.

  1. Paparan gaya hidup yang popularitas digital

Keinginan untuk populer/viral di media sosial sering membuat mereka mengikuti tren negatif yang merusak karakter dan mengabaikan tanggung jawab sosial.

  1. Kecanduan digital dan krisis moral

Ketergantungan pada gadget dan dunia maya dapat menyebabkan isolasi sosial, kurangnya empati, dan menurunnya kualitas interaksi antar manusia.

  1. Individualisme dan kurangnya empati karena terlalu fokus pada dunia virtual
  2. Kurangnya panutan atau role model yang menunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari
  3. Kurangnya pemahaman akan pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari
  4. Peluang yang bisa dimanfaatkan dengan akhlak mulia
  5. Mengembangkan potensi diri secara optimal

Dengan akhlak yang baik, generasi z dapat menggunakan teknologi dan informasi secara bijak untuk belajar, berinovasi, dan berkarya positif.

  1. Menjadi agen perubahan sosial

Karakter yang kuat  dan moral yang tinggi memungkinkan mereka berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih adil, toleran, dan peduli.

  1. Membanggun sosial yang sehat.

Akhlak mulia seperti empati dan rasa hormat membantu mereka menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik, baik dalam dunia nyata ataupun digital.

  1. Menjadi pemimpin masa depan yang etis dan bermoral

Dengan landasan akhlak, Generasi Z dipersiapkan menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial.

  1. Kemampuan untuk menyuarakan pendapat dan ide kreatif, melalui media sosial dan platform digital.
  2. Partisipasi aktif dalam gerakan sosial dan lingkungan melalui komunitas digital
  3. Menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif dan inspiratif di tengah masyarakat
  4. Pemanfaatan teknologi untuk berdakwah, berbagi ilmu, dan menyebarkan kebaikan.

Oleh karena itu, Akhlak sangat penting bagi generasi Z karena menjadi dasar dalam bersikap dan berperilaku di tengah tantangan zaman yang serba digital. Dengan akhlak yang baik, generasi Z dapat menghadapi pengaruh negatif, menjaga hubungan sosial, serta memanfaatkan peluang dengan bijak dan bertanggung jawab. Akhlak bukan hanya pedoman hidup, tapi juga kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik. Jatengdaily.com-st

Share This Article
Exit mobile version