DEMAK (Jatengdaily.com) – Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Kampus Demak melalui Tim Pengabdian Masyarakat (PengMas) menggelar pelatihan keterampilan bagi para pengelola Desa Wisata Pantai Arnavat Surodadi (PAS), Kecamatan Sayung. Pelatihan yang diberikan meliputi teknik pengelasan Las TIG dan pengolahan ikan pindang dengan metode steam, sebagai upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata pesisir.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada 13 Juli 2025, di pendopo milik Kepala Desa Surodadi dan diikuti 30 peserta. Mereka terdiri dari pelaku usaha lokal, pemilik perahu wisata, UMKM, Pokdarwis, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa.
Ketua Tim PengMas PNJ Demak, Dr. Dewin Purnama, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat sekitar Pantai PAS. “Kami memilih Las TIG agar pelaku wisata bisa merawat perahu wisata secara mandiri, dan pengolahan pindang dengan metode STEAM sebagai bentuk inovasi produk cinderamata yang bisa dibawa pulang wisatawan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Dewin didampingi dua dosen lainnya, Sugiyarto, S.Pd., M.Pd., dan Rouf Muhammad, S.T., M.T. Di samping juga beberapa mahasiswa dari Prodi D-3 Teknik Mesin dan Sarjana Terapan MICE.
Pada sesi Las TIG, peserta diberikan pelatihan teknis mengelas bagian baling-baling dan bodi perahu yang rusak, agar bisa memperbaiki kerusakan secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada bengkel luar. Hal ini dinilai penting demi kenyamanan dan keselamatan wisatawan yang menggunakan jasa perahu di kawasan wisata pantai.
Sementara itu, dalam pelatihan pengolahan pindang, peserta diajarkan mengolah ikan hasil tangkapan nelayan menggunakan metode STEAM—teknik pemanasan uap yang dikembangkan tim peneliti PNJ. Produk hasil olahan ini nantinya diharapkan bisa menjadi oleh-oleh khas yang dapat menarik minat wisatawan.
Kepala Desa Surodadi, Supriyanto, menyampaikan apresiasinya atas pelatihan ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan di masa mendatang sebagai bentuk penguatan sumber daya lokal.
“Kami ingin pengelola wisata dan warga memiliki keterampilan tambahan agar potensi wisata Pantai PAS semakin berkembang dan berdampak pada peningkatan ekonomi warga,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, PNJ Kampus Demak berharap keberadaan Pantai PAS tidak hanya menjadi destinasi wisata bahari, namun juga pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas yang mandiri dan berkelanjutan. rie-she
0



