
SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pos Indonesia Kantor Regional 4 Semarang resmi meluncurkan penyaluran perdana dana Bantuan Langsung Penerima Sasaran (BLPS) Kesra untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penyaluran dilakukan serentak melalui seluruh kantor cabang utama dan cabang Pos Indonesia di kedua provinsi tersebut.
Deputy Executive Vice President Regional 4 Jateng-DIY, Made Wirata mengatakan mulai pada hari pertama, Pos Indonesia menyalurkan bantuan kepada sekitar 6.700 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 33 kantor cabang dan kantor cabang utama di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Pihak Pos Indonesia menyampaikan bahwa wilayah Jawa Tengah mendapatkan alokasi sebanyak 1.502.705 KPM, sementara Yogyakarta mendapat alokasi sementara 128.821 KPM. Total anggaran yang disalurkan mencapai hampir Rp1,468 triliun, dengan rincian sekitar Rp1,3 triliun untuk Jawa Tengah dan Rp115 miliar untuk Yogyakarta.
Secara nasional, penyaluran BLPS Kesra ditargetkan selesai pada 11 Desember 2025. Namun khusus wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, Pos Indonesia menargetkan minimal 90% penyaluran dapat tuntas pada 30 November 2025.
“Kami berharap bisa lebih cepat, sehingga kami dapat menyisir sisa penerima yang belum mengambil bantuannya,” kata Made Wirata.
Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp300.000 per bulan. Karena penyaluran kali ini mencakup alokasi Oktober, November dan Desember, maka setiap penerima akan mendapatkan total Rp900.000
“Bantuan ini ditujukan untuk membantu masyarakat miskin dan rentan yang terdampak kondisi ekonomi. Dana diharapkan digunakan untuk kebutuhan pokok, biaya pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya,” ungkapnya.
Pihak Pos Indonesia adanya larangan penggunaan dana untuk hal-hal yang tidak sesuai peruntukan, seperti melakukan pinjaman atau membeli minuman beralkohol. Sosialisasi juga akan melibatkan pemerintah daerah, dinas sosial, serta aparat setempat.
“Pos Indonesia menerapkan tiga strategi untuk memastikan bantuan tersalurkan cepat dan tepat sasaran,” jelasnya.
Penyaluran dilakukan melalui seluruh outlet resmi PT Pos Indonesia. Masyarakat diimbau mengambil bantuan di outlet terdekat tanpa dipungut biaya.
Pos Indonesia bekerja sama dengan pemerintah desa untuk membuka titik layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
Khusus bagi penyandang disabilitas, warga sakit, atau yang tidak bisa hadir ke titik layanan, petugas Pos Indonesia akan mengantarkan bantuan langsung ke rumah. Dengan tiga strategi tersebut, Pos Indonesia berharap penyaluran bantuan dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan tanpa hambatan.
“Kami ingin memastikan seluruh KPM mendapatkan haknya dan dana ini benar-benar bermanfaat untuk memperkuat ekonomi keluarga,” pungkasnya. Adri-she


