By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Produksi Padi dan Jagung Jateng Masih Terbesar Kedua Nasional, Jadi Lumbung Pangan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Produksi Padi dan Jagung Jateng Masih Terbesar Kedua Nasional, Jadi Lumbung Pangan

Last updated: 4 Maret 2025 06:00 06:00
Jatengdaily.com
Published: 4 Maret 2025 08:00
Share
Ilustrasi. Foto: pixabay.com
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Provinsi Jawa Tengah telah membuktikan komitmennya sebagai lumbung pangan, dengan masih menduduki peringkat kedua nasional untuk produksi padi dan jagung sepanjang 2024. Pada tahun tersebut, angka produksi padi mencapai 8,89 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 5,11 juta ton beras, sedangkan jagung mencapai di angka 2,43 juta ton.

Dalam siaran persnya secara daring, Senin (3/3/2025), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, keberhasilan tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan produksi padi dan jagung terbesar kedua nasional, setelah Jawa Timur. Hal itu juga sebagai bukti, Jawa Tengah mampu diandalkan menjadi daerah lumbung pangan nasional.

“Ini adalah catatan baik. Selain padi, produksi jagung kita juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi,” ujar Endang dilansir dari laman humas prov Jateng.

Secara rinci, Endang menjelaskan, luas panen padi pada 2024 mencapai 1,55 juta hektare, atau mengalami penurunan 0,09 juta hektare (5,36 persen) dibanding 2023. Meskipun secara total mengalami penurunan, sepanjang September-Desember 2024 luas panen padi mengalami peningkatan sebesar 34,23 persen dibanding periode yang sama pada 2023.

“Peningkatan tersebut disebabkan oleh lonjakan luas tanam (standing crops) sepanjang Juni-Agustus 2024,” lanjutnya.

Sejalan dengan luas panen, produksi padi pada 2024 mencapai 8,89 juta ton GKG, atau setara 5,11 juta ton beras untuk konsumsi pangan penduduk. Dibandingkan 2023, produksi padi pada 2024 mengalami penurunan sekitar 0,19 juta ton GKG (2,12 persen).

“Pada tahun 2024 penurunan produksi padi terjadi di semua wilayah provinsi pulau Jawa. Nah, penurunan produksi padi di Jawa Tengah lebih rendah dibanding Jawa Barat dan Jawa Timur. Dan Jawa Tengah menduduki provinsi dengan produksi padi terbesar kedua secara nasional,” ungkapnya.

Sementara, pada komoditas jagung, luas panen di Jawa Tengah mencapai 0,41 juta hektare, atau mengalami peningkatan 0,04 juta hektare (11,13 persen) dibanding 2023. Sejalan dengan luas panen, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2024 mencapai 2,43 juta ton, atau mengalami peningkatan sebanyak 0,25 juta ton (11,59 persen) dibanding 2023.

“Produksi padi dan jagung tahun 2024 tersebut, menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan produksi terbesar kedua nasional,” pungkasnya. she 

You Might Also Like

BAN PT Lakukan Surveilen Akreditasi ITB Semarang
PBB-P2 2022 Kabupaten Demak Terealisasi Rp 68,7 Miliar
Tekan Inflasi di Kota Semarang, Mbak Ita Minta Semua Pihak Ikut Monitor Harga Bahan Pokok
Jateng Beristighosah, Gus Yasin: Manusia Boleh Lelah Tapi Jangan Menyerah
Komisaris Utama dan Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Apresiasi Satgas Nataru 2024/2025 Patra Niaga Regional JBT
TAGGED:lumbung panganProduksi Padi dan Jagung Jateng
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?