By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Rohis Diminta Ikut Andil dalam Pendidikan Akhlak dan Kesehatan Mental di Sekolah
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Rohis Diminta Ikut Andil dalam Pendidikan Akhlak dan Kesehatan Mental di Sekolah

Last updated: 6 Maret 2025 08:28 08:28
Jatengdaily.com
Published: 6 Maret 2025 11:00
Share
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Foto: Prov Jateng
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak organisasi kerohanian Islam (rohis) pelajar untuk ikut andil dalam pendidikan akhlak, kesehatan mental, dan cinta tanah air di sekolah. Termasuk, memberi motivasi kepada siswa dalam menghadapi permasalahan di sekolah.

“Organisasi rohis ini harus kita ajak kerja sama. Utamanya untuk menumbuhkan nilai-nilai NKRI, nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai kebersamaan. Kami juga akan mengajak kolaborasi menangani permasalahan-permasalahan di sekolahan,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya, saat memberikan arahan dalam penutupan Pesantren Ramadan Pelajar Nasional (PRPN) ke-3, di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (5/3/2025) dilansir dari laman humas prov Jateng.

Dia menuturkan, pendidikan akhlak perlu menjadi perhatian bersama. Pemprov Jateng juga manaruh perhatian khusus tentang kesehatan mental dan kekerasan yang terjadi di pesantren, sekolah, bahkan tempat kerja.

Wagub mencontohkan, perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah bisa berdampak pada trauma, depresi, bahkan hingga tidak mau sekolah. Masalah di sekolah lain yang perlu jadi perhatian adalah kesalahpahaman antara guru dengan orangtua, guru dengan siswa, siswa dengan siswa, serta siswa dengan orangtua.

Selain masalah kemiskinan, menurut Gus Yasin, masalah-masalah tersebut juga menjadi salah satu faktor putus sekolah. Karenanya, para rohis diharapkan mampu memberikan motivasi kepada teman-temannya, agar jangan sampai ada yang putus sekolah. Sebab, rohis di Jawa Tengah sejuah ini sudah dilakukan pembinaan dengan baik.

Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama, M Munir berharap, tahun depan lebih banyak lagi perwakilan provinsi lain yang ikut serta pada kegiatan tersebut. Sebab kegiatan ini sangat penting untuk berbagi ilmu dan mempererat silaturahim antarpelajar se-Indonesia.

Sebagai informasi, Pesantren Ramadan Pelajar Nasional (PRPN) Ke-3 ini digelar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang. Pada gelaran ketiga ini, tercatat baru 11 provinsi yang ikut serta, dengan total 250 peserta. Terdiri atas peserta santri PRPN, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) perwakilan 11 Provinsi se-Indonesia, kelompok kerja pengawas PAI se-Jateng, serta pengurus kerohanian islam (Rohis) perwakilan 11 provinsi se-Indonesia. Acara ini juga diikuti secara daring oleh peserta lainnya. she

You Might Also Like

Hendi Keluarkan Edaran Larangan Bepergian dan Wajib Karantina di Kota Samarang
Meninggal Tak Wajar, Polisi Bongkar Makam Korban Penganiayaan di Kendal
Resmi Berstatus Janda, Inara Rusli Dapat Hak Asuh Anak
Media Massa dan Bawaslu Bersinergi Sukseskan Pemilu 2024
Kapolres Demak Gandeng Wartawan Tangkal Hoaks
TAGGED:Rohiswagub jateng taj yasin
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?