By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: RSI Sultan Agung Semarang Gandeng DMI Jateng, Tingkatkan Dakwah Kesehatan Lewat Program Sinergi Umat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

RSI Sultan Agung Semarang Gandeng DMI Jateng, Tingkatkan Dakwah Kesehatan Lewat Program Sinergi Umat

Last updated: 19 November 2025 11:29 11:29
Jatengdaily.com
Published: 10 Mei 2025 13:12
Share
Mewakili Direktur Utama RSI-SA Semarang, Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan, dr. Vito Mahendra, M.Si.Med, Sp.B, Sub.SpBD (K) bersama Sekretaris PW DMI Jateng, Prof Dr Imam Yahya MAg menunjukkan naskah kerja sama. Foto:dok
SHARE
Mewakili Direktur Utama RSI-SA Semarang, Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan, dr. Vito Mahendra, M.Si.Med, Sp.B, Sub.SpBD (K) bersama Sekretaris PW DMI Jateng, Prof Dr Imam Yahya MAg menunjukkan naskah kerja sama. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – RSI Sultan Agung Semarang bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah resmi menjalin kolaborasi strategis melalui Program Sinergi Umat.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium RSI-SA Semarang pada Jumat (9/5), sebagai upaya memperkuat dakwah kesehatan melalui masjid-masjid binaan DMI.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam menyatukan visi kedua lembaga untuk menjadikan masjid sebagai pusat edukasi dan layanan kesehatan Islami yang lebih dekat dengan umat.

Mewakili Direktur Utama RSI-SA Semarang, Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan, dr. Vito Mahendra, M.Si.Med, Sp.B, Sub.SpBD (K) memberikan sambutan kepada seluruh anggota tamu undangan.

Dalam sambutannya, dr. Vito menyampaikan arahan Dirut mengenai beberapa skema kerjasama antara RSI SA Semarang dengan DMI Jateng, salah satunya adalah dengan mendirikan posko kesehatan atau klinik pratama di masjid-masjid.

“Pertama adalah penguatan ekonomi kesehatan berbasis Masjid, dimana kami ingin membangun sinergi dengan Masjid sebagai pusat kesehatan masyarakat berbasis syariah,” kata dr. Vito.

RSI-SA Semarang mendorong didirikannya berbagai posko kesehatan dengan membuat sistem rujukan terintegrasi.

“Apabila kita bekerja sama secara sinergis dengan DMI Jateng insyaallah akan ada kolaborasi secara terarah, terukur, terintegrasi apabila terdapat pasien gawat darurat disekitar masjid,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Vito menyampaikan bahwa RSI-SA Semarang memiliki layanan CSR (Corporate Social Responsibility) yang bekerjasama dengan Lazis-SA untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

“Alhamdulillah sudah berjalan beberapa pelayanan seperti katarak, bedah minor seperti hernia, usus buntu, bibir sumbing gratis dan difasilitasi dana oleh Lazis Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung,” terangnya.

dr. Vito berharap dengan adanya skema kerjasama dengan DMI Jateng akan meningkatkan kesejahteraan umat dan membentuk citra rumah sakit yang tidak hanya menyembuhkan namun juga mengedepankan nilai barokah dan adat dalam pelayanan.

Sekretaris DMI Jateng, Prof. Dr. KH. Imam Yahya, M.Ag sdalam sambutannya menyambut baik rencana kerjasama antara RSI-SA Semarang dengan DMI Jateng.

“RSI Sultan Agung ini saya rasa banyak program yang menguntungkan bagi kita sebagai masyarakat muslim,” ungkap Prof. Imam Yahya.

Selain itu, juga terkesan dengan nilai-nilai islami yang ada di RSI-SA Semarang seperti halnya ketika ada dokter visit yang kemudian menanyakan apakah pasien sudah shalat atau belum.

“Terkesan ketika diruangan pak dokter atau bu dokter datang tidak langsung tanya obatnya sudah diminim atau belum, tapi ditanya apakah pasien sudah shalat atau belum,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Imam Yahya mendukung penuh dengan skema kerjasama pendirian klinik pratama di lingkungan masjid.

“Tepat saya kira kalau masjid berbasis kesehatan, saya rasa bagus sekali,” ujarnya.

Prof. Imam berharap kerja sama ini dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat diterapkan di berbagai Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Tengah.

Acara dilanjutkan dengan paparan layanan kesehatan oleh dr. Vito, salah satu layanan yang disampaikan mengenai pengembangan layanan stem cell halal.
Menurutnya, kebutuhan akan terapi regeneratif terus meningkat, namun tetap harus dijalankan dengan memperhatikan aspek keamanan medis dan kehalalan prosedur.

Ia menambahkan bahwa RSI Sultan Agung telah menyiapkan prosedur terapi berbasis autologous stem cell yang halal, dengan proses pengambilan sel dari tubuh pasien sendiri, diproses melalui sistem yang sesuai standar BPOM dan CPOB, lalu disuntikkan kembali untuk proses regenerasi jaringan.

Acara diakhiri dengan pelatihan Bantuan Hidup Dasar oleh nakes RSI-SA Semarang kepada para anggota DMI Jateng.St

You Might Also Like

Indonesia Pastikan tak akan Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Israel
FIFA Mulai Cek Stadion untuk Laga Piala Dunia U-17
Hanya 5 Persen Peserta Lolos Passing Grade Seleksi P3K
Tren Kasus COVID-19 di Semarang Menurun
Rayakan Ultah Ke-6, Saloka Theme Park Hadirkan Sensasi Naik Balon Udara
TAGGED:Gandeng DMI JatengLewat Program Sinergi UmatRSI Sultan Agung SemarangTingkatkan Dakwah Kesehatan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?