Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H Hadi Waluyo saat menyemangati paguyuban guru K2 dan GTT non-K2 peserta seleksi P3K . Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com)- Hanya lima persen peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) se-Indonesia lolos passing grade. Karenanya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengagendakan seleksi tahap kedua dan ketiga, bagi peserta yang tidak lolos pada tahap pertama.

Demikian disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Rachmadi Widdiharto, saat menerima kunjungan Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan¬† H Hadi Waluyo di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Pesan beliau ikuti saja semua tahapan seleksi sampai akhir. Jangan pernah putus asa. Tidak menutup kemungkinan ada kebijakan baru nantinya,” kata Hadi Waluyo, pada rapat dengar pendapat bersama Paguyuban Honorer K2 dan Paguyuban GTT Non-K2 di DPRD Demak terkait seleksi P3K, Kamis (23/9/2021).

Lebih lanjut diungkapkan, kedatangannya bersama Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS di Jakarta menyampaikan surat berisi aspirasi guru K2 dan GTT non-K2 peserta seleksi P3K dari Demak, yang khawatir tak lolos karena tak mampu melampaui passing grade.

“Untuk meyakinkan pusat, Pak Ketua DPRD bahkan menjamin, jika 1.979 jabatan formasi telah terisi semua (K2 dan GTT non-K2) telah siapkan anggaran Rp 128 miliar untuk (gaji) mereka yang lolos P3K. Sehingga daerah tidak akan minta pada pusat,” kata Hadi Waluyo.

Pada saat sama Ketua DPRD Demak Fahrudin BS menuturkan, bisa dimengerti banyak peserta kewalahan mengerjakan ujian model Computer Assisted Test (CAT). Terlebih mereka yang sudah lanjut usia.

“Namun CAT sengaja digunakan bahkan menggunakan passing grade untuk mengukur kualitas para calon tenaga pendidik. Sebab ketika mereka berkualitas maka murid pun berkualitas,” kata politisi PDIP itu.

Sehubungan itu, keduanya meminta Rachmadi membantu, dengan meninjau kembali passing grade. “Syukur bisa diturunkan. Sebab banyak sekali peserta seleksi P3K nilainya di bawah passing grade, terutama ujian kompetensi,” imbuhnya.

Rachmadi, disebutkan,  sempat kaget karena ada daerah yang berani ke pusat membawa aspirasi peserta tes P3K, dan disampaikan sendiri oleh Ketua DPRD-nya. Maka dia berjanji menyampaikannya kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim. Terlebih karena aspirasi tersebut dibawa langsung oleh Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS.

Mengenai sistem penilaian seperti berlaku saat ini. Namun masih ada seleksi tahap kedua dan ketiga. Khususnya bagi mereka yang tidak lolos tahap pertama. Sebab diakui se-Indonesia hanya lima persen dari total peserta lolos passing grade seleksi P3K.

“Pesan beliau ikuti saja semua tahapan seleksi sampai akhir. Jangan pernah putus asa. Tidak menutup kemungkinan ada kebijakan baru nantinya,” kata Hadi Waluyo.

Di akhir acara Rapat Dengar Pendapat, FBS – demikian sapaan Fahrudin, kembali mengingatkan agar semua guru baik K2 maupun GTT non-K2 tetap semangat. Baik dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi tahap dua dan tiga, maupun saat mengajar di sekolah.

“Jangan sampai hanya gara-gara galau memikirkan hasil ujian P3K, mengajar di kelas jadi malas sehingga berimbas pada menurunnya kualitas mengajar. Tetap optimis dan senantiasa berdoa, semoga Bapak Ibu Guru yang sudah bertahun-tahun mengajar dengan tulus mencerdaskan bangsa mendapatkan kemudahan,” tandasnya. ¬†rie-she