By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Talk Show Ramadan di MAJT Kiai Muhyiddin Ajak Masyarakat Waspadai Gerakan LGBT
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Talk Show Ramadan di MAJT Kiai Muhyiddin Ajak Masyarakat Waspadai Gerakan LGBT

Last updated: 11 Maret 2025 07:02 07:02
Jatengdaily.com
Published: 11 Maret 2025 07:02
Share
Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Drs KH Muhyiddin MAg dalam Talkshow Ramadan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), pada Senin (10/3/2025).Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) –  Masyarakat diminta untuk mewaspadai kampanye atau gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Hal itu disampaikan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Drs KH Muhyiddin MAg dalam Talkshow Ramadan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), pada Senin (10/3/2025).

“LGBT ini kelihatannya tersembunyi, tapi gerakannya luar biasa dan mengkhawatirkan. Yang jelas kalau orang tua melihat gejala perkembangan LGBT ini cukup cemas,” ucap kiai Muhyiddin.

Kiai Muhyiddin yang juga Sekretaris Pengelola Pelaksana (PP) MAJT menerangkan, LGBT merupakan orang-orang yang mempunyai orientasi seks sejenis. “Dulu gerakan ini sembunyi-sembunyi tetapi sekarang terang-terangan,” katanya.

Ia mengungkapkan dari data Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah, di salah satu perguruan tinggi terkenal di Kota Semarang, ada grup WA (WhatsApp) yang memiliki 150 anggota LGBT. Berdasarkan penelitian Prof Dr Dadang Hawari, lanjut Kiai Muhyiddin, bahwa LGBT yang asli itu hanya 40 persen dan sisanya akibat pergaulan.

“Menurut Dadang Hawari bahwa LGBT itu bisa dilakukan penyembuhan, tetapi pengidap LGBT ini tidak berminat untuk sembuh. Di situlah sulitnya,” jelasnya.

“Menurut persatuan dokter spesialis jiwa Indonesia (PDSJI) gay, lesbian, biseksual itu termasuk dalam ODMK (orang dalam masalah kejiwaan). Kalau masalah kejiwaan berarti harus diobati,” lanjut Kiai Muhyiddin.

Dalam Undang-undang (UU) nomor 18 tahun 2004 tentang Kesehatan Jiwa jelas kiai Muhyiddin, itu wajib diberi pelayanan. LGBT juga dinilai bertentangan dengan dasar negara Pancasila dan bertentangan dengan UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Ia menjelaskan perkawinan itu adalah hubungan ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dengan seorang wanita. “Jadi tidak ada kawin laki-laki sama laki-laki, wanita sama wanita,” tambahnya.

Dalam pandangan agama Islam, menurutnya sudah jelas bahwa LGBT masuk kategori fahisyah yang setara dengan zina. “Kalau zina itu ada dua kemungkinan hukumannya, pertama cambuk, kedua rajam. Kalau LGBT itu hukumannya rajam,” jelasnya.

Dalam talkshow dengan tema “Mewaspadai Kampanye dan Gerakan LGBT” ini, Kiai Muhyiddin mengajak masyarakat untuk mewaspadai gerakan LGBT. “Kalau ada yang mendekati dan memiliki tanda-tanda (LGBT) jauhi,” tegas kiai Muhyiddin.

Menurutnya perlu ada kesadaran masyarakat bahwa LGBT adalah penyakit sosial yang bisa merusak generasi muda Indonesia. St

You Might Also Like

Dengan Asmaul Husna Dosa Kita Terhapus
Kiki Eks CJR Tetap Nyaman Bernyanyi
Kloter 1 Jemaah Calon Haji Asal Pati Berangkat Sabtu Dinihari
Olah TKP Ledakan Mercon di Aspol Arumbara Grogol Sukoharjo Tuntas, Police Line Dibuka
Rentan Kecelakaan Kerja, Pekerja Jasa Konstruksi Butuh Perlindungan BPJAMSOSTEK
TAGGED:Ajak Masyarakat Waspadai Gerakan LGBTdi MAJTKiai MuhyiddinTalk Show Ramadan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?