Sejumlah narasumber dalam sosialisasi bagi Asosiasi Jasa Konstruksi di Jateng. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Pekerja di sektor jasa konstruksi tidak dipungkiri rentan terhadap kecelakaan kerja. Pasalnya mereka banyak bekerja di proyek dan lapangan, sehingga butuh perlindungan BPJAMSOSTEK, khususnya Jaminan Kecelakaan dan Jaminan Kematian.

Demikian dikatakan oleh Pps Kepala BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Dolik Yulianto Selasa (26/11/2019) saat sosialisasi bagi Asosiasi Jasa Konstruksi di Jateng.

Menurutnya, di tahun 2019 pihaknya telah membayar klaim bagi pekerja di sektor jasa konstruksi sedikitnya Rp 1,39 Miliar untuk 55 kasus di wilayah Semarang Pemuda. Diantaranya untuk santunan cacat sebagian, santunan kematian, uang kubur, biaya transport, biaya obat atau perawatan, biaya rehab, beasiswa dan santunan berkala bagi ahli waris.

Di satu sisi, ada manfaat layanan tambahan, bagi pekerja yang terdaftar, yakni untuk pembelian rumah lewat KPR dan uang muka rumah, kerjasama dengan sejumlah bank. Saat ini, di BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, telah tercatat sedikitnya 527 badan usaha berupa PT/CV dengan 2.156 proyek yang mendaftarkan pekerjanya untuk ikut BPJAMSOSTEK.

Harsono, Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jateng mengatakan, pihaknya mendorong pemberi kerja atau badan usaha yang tergabung dalam asosiasi jasa konstruksi untuk memberi perlindungan bagi karyawannya, dengan mendaftarkan ke BPJAMSOSTEK. Hadir juga perwakilan bank dan sejumlah narasumber lain. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here