By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Teknologi Modifikasi Cuaca di Jateng untuk Minimalisasi Banjir dan Longsor di Jateng
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Teknologi Modifikasi Cuaca di Jateng untuk Minimalisasi Banjir dan Longsor di Jateng

Last updated: 4 Februari 2025 05:41 05:41
Jatengdaily.com
Published: 4 Februari 2025 05:41
Share
Ilustrasi: Tim SAR gabungan evakuasi korban tanah longsor Petungkriyono Pekalongan. Foto: Basarnas Semarang
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengupayakan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), untuk mengurangi curah hujan di wilayahnya. Hal itu untuk meminimalisasi bencana banjir dan longsor, mengingat setidaknya ada 14 kabupaten/kota di Jateng yang terdampak banjir dan longsor dalam beberapa pekan terakhir.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, terdapat 54 kejadian bencana selama 1 Januari – 2 Februari 2025. Dari jumlah tersebut terdiri dari 40 kejadian banjir, 6 longsor, 5 cuaca ekstrem, dan tiga kebakaran bangunan.

“Kita terus minta bantuan BNPB (untuk) lakukan operasi TMC,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, dilansir dari laman humas prov Jateng Selasa (4/2/2025).

Upaya mengurangi curah hujan melalui TMC, lanjut Nana, sudah dilakukan sejak menghadapi momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Saat itu sudah dilakukan TMC selama 12 hari.

Dalam upaya meminimalisasi dampak dari cuaca ekstrem, jelasnya, Pemprov Jateng sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan sejumlah lembaga terkait. Di samping itu, dilakukan apel kesiapsiagaan bencana guna mempersiapkan personel dan peralatannya.

“Sebenarnya kami pun dari awal sudah melaksanakan koordinasi dengan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan seluruh bupati. Jadi kami sudah mempersiapkan, baik apel persiapan personel maupun peralatan,” ucapnya

Ditambahkan, relawan-relawan pun dibentuk untuk membantu penanganan dan evakuasi warga terdampak bencana. she

You Might Also Like

Sambut Imlek, Kawasan Pecinan Mulai Bersolek
PLN Icon Plus Lakukan Perbaikan Andongan Kabel Fiber Optik di Pandak Bantul
Gelar Kuliah Pakar, MKn Unissula Bahas Pentingnya Peran Notaris
Timnas U-17 Siap berlaga Lawan Maroko di Babak Penentuan Grup A Piala Dunia
Perjalanan Aglomerasi Semarang Raya Masih Diperbolehkan
TAGGED:Minimalisasi BanjirTeknologi Modifikasi Cuaca
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?