
SEMARANG (Jatengdaily.com) – Tim Peneliti USM melakukan penelitian tentang ”Efek Latihan Kekuatan Otot Inti Tubuh terhadap Nyeri Punggung Bawah pada Pekerja” di Kelurahan Tlogosari Kulon dan Kelurahan Tlogosari Wetan, baru-baru ini.
Tim Peneliti USM terdiri atas Ketua, Metta Christiana, S.Pd., M.Kes, anggota Andy Kridasusila, S.E., M.M, Albert, S.E.,M.M.,Ph.D, Dr. Rusmalia Dewi, S.Psi, M.Si, Psikolog.
Metta mengatakan, Nyeri Punggung Bawah (NPB) memiliki prevalensi tertinggi di dunia di antara kondisi muskuloskeletal dan juga penyebab utama kecacatan di seluruh dunia yang membutuhkan rehabilitasi bagi sebagian besar penderitanya.
Lingkungan dan jenis pekerjaan yang melibatkan posisi duduk berkepanjangan atau sedentary work, pengangkatan beban berat, atau postur tubuh yang tidak ergonomis sangat berkontribusi terhadap prevalensi NPB.
”NPB sering kali menjadi penyebab utama absensi, penurunan produktivitas, serta penurunan kualitas hidup pekerja,” katanya.
Menurutnya, program latihan kekuatan otot inti atau Core Strength Training (CST) adalah salah satu pendekatan yang semakin banyak mendapat perhatian.
CST dianggap sebagai intervensi yang efektif untuk memperkuat otot-otot inti, meningkatkan stabilitas, serta mengurangi ketegangan pada punggung bawah.
”Kami ingin mengevaluasi efek CST terhadap NPB pada pekerja, dengan mengetahui manfaat spesifik dari CST ini. Kami berharap, penelitian ini dapat dikembangkan rekomendasi yang lebih efektif untuk mencegah dan mengelola NPB, sehingga meningkatkan kesehatan dan produktivitas pekerja serta menghindari kecacatan di masa tua,” ujarnya.
Dia menambahkan, tujuan penelitian untuk mengevaluasi efektivitas CST dalam mengurangi intensitas NPB pada pekerja.
Populasi dalam penelitian ini adalah warga Kelurahan Tlogosari Kulon dan warga Kelurahan Tlogosari Wetan masih aktif bekerja dan mengalami NPB.
Penelitian ini akan menggunakan desain mix methods dengan pendekatan pra-eksperimental menggunakan one group pretest posttest design untuk analisis kuantitatif.
”Instrumen penelitian adalah tim peneliti sendiri, sedangkan alat bantu instrumen yang digunakan adalah berupa skala nyeri Numerical Rating Scale dan lembar observasi dengan metode mnemonic PQRST, yaitu Provokes (Penyebab) dan Palliative (Yang Meredakan), Quality (Kualitas), Radiates (Penyebaran), Severety (Keparahan), time (Waktu). Analisis Kuantitatif menggunakan uji normalitas data yaitu Kolmogorov-Smirnov,” ungkapnya.
Hasil penelitian, katanya, latihan kekuatan otot inti tubuh dengan frekuensi 2x seminggu selama 6 minggu (12x latihan), menggunakan intensitas rendah sampai sedang, berpengaruh signifikan terhadap berkurangnya intensitas nyeri punggung bawah pada para pekerja. St
0



