Untag Semarang Dampingi Warga Bendhandhuwur Kelola Sampah Jadi Berkah

Suasana hangat tampak di RW 01 Kelurahan Bendhandhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, ketika puluhan warga berkumpul mengikuti pelatihan pengelolaan sampah anorganik.Ketua Tim Dr Agus Wibowo memberikan pelatihan. Foto:dok
SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana hangat tampak di RW 01 Kelurahan Bendhandhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, ketika puluhan warga berkumpul mengikuti pelatihan pengelolaan sampah anorganik.
Bukan sekadar kegiatan biasa, inisiatif ini lahir dari kolaborasi Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Untag Semarang bersama Bank Sampah Maju Lestari.
Lewat Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didukung Hibah BIMA tahun 2025, para dosen dan mahasiswa lintas program studi hadir langsung mendampingi warga. Tim dipimpin oleh Dr. Agus Wibowo, SH., M.Hum., bersama Drs. Rahmad Purwanto, M.Si., dan Galuh Yuniarto, SE., MM.
Mereka mengajak masyarakat melihat sampah bukan lagi sekadar masalah, melainkan sumber nilai ekonomi baru.
Dalam pelatihan, warga diajak mempraktikkan berbagai keterampilan, mulai dari mengolah plastik menjadi produk fungsional, memanfaatkan limbah tekstil menjadi fashion dan dekorasi, membuat ecobrick, hingga memberi sentuhan finishing dan desain ramah lingkungan agar lebih bernilai jual.
Tak berhenti di situ, warga juga dilatih pemasaran digital melalui e-commerce, pembuatan konten media sosial, serta pengelolaan administrasi dan pembukuan kelompok.
“Sekarang kami jadi lebih percaya diri. Sampah yang dulu hanya menumpuk, ternyata bisa disulap jadi produk bermanfaat sekaligus menambah penghasilan,” ungkap Ketua Bank Sampah Maju Lestari dengan mata berbinar.
Dukungan nyata juga hadir dalam bentuk fasilitas. Tim Untag memberikan mesin press dan lemari display agar kelompok bank sampah dapat lebih mandiri dalam memasarkan produknya.
Antusiasme warga pun terlihat, dari anak muda, ibu rumah tangga, hingga para orang tua yang tetap semangat mengikuti setiap sesi.
Ketua RW 01 menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Untag Semarang.
“Program ini bukan hanya soal mengelola sampah, tetapi juga membangun kebersamaan warga dan semangat menjaga lingkungan,” ujarnya.
Melalui langkah ini, Untag Semarang berharap Bendhandhuwur dapat berkembang menjadi Kampung Lestari, percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Semarang.
Lebih dari itu, inisiatif ini menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat agar berdaya, mandiri, sekaligus ramah lingkungan. St