By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Wali Kota Desak Penambahan Pompa dan Pengerukan Kolam Retensi untuk Atasi Banjir di Semarang Bagian Timur
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Wali Kota Desak Penambahan Pompa dan Pengerukan Kolam Retensi untuk Atasi Banjir di Semarang Bagian Timur

Last updated: 31 Oktober 2025 08:32 08:32
Jatengdaily.com
Published: 30 Oktober 2025 06:15
Share
Agustina dalam Rapat Koordinasi Penanganan Banjir bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Dwi Purwantoro, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (29/10).Foto:dok
SHARE
Agustina dalam Rapat Koordinasi Penanganan Banjir bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Dwi Purwantoro, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (29/10).Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mendorong percepatan penanganan banjir di wilayahnya dengan menekankan pentingnya penambahan kapasitas pompa dan pengerukan kolam retensi.

Seruan itu disampaikan Agustina dalam Rapat Koordinasi Penanganan Banjir bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Dwi Purwantoro, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (29/10).

Dalam rapat tersebut, Agustina memaparkan kondisi terkini banjir yang melanda sebagian wilayah timur Kota Semarang. Menurutnya, curah hujan tinggi yang disertai keterbatasan kapasitas pompa membuat genangan air sulit surut, terutama di kawasan Muktiharjo Kidul dan Sawah Besar.

“Kami berharap kapasitas pompa bisa ditingkatkan, karena debit air terus naik. Cuaca sudah diintervensi, tetapi tampaknya tidak cukup menahan curah hujan. Air meluap dan genangan makin meluas,” ujar Agustina dengan nada prihatin.

Ia menyebut, sebanyak 63.450 jiwa warga Kota Semarang terdampak banjir, dengan 32 orang di antaranya harus mengungsi. Sebagian besar warga memilih menumpang di rumah kerabat, sementara lainnya ditampung di sejumlah titik pengungsian yang disiapkan Pemkot.

Agustina juga menyoroti kinerja beberapa pompa air yang tak berfungsi optimal. “Warga mengirimkan gambar, air hanya turun sekitar tiga sentimeter di Sawah Besar. Padahal kawasan itu paling parah terdampak,” katanya.

Dari 119 pompa yang dimiliki Pemkot Semarang, sebagian besar berada di wilayah barat dan utara kota yang kini relatif terkendali. Namun, wilayah timur seperti Genuk dan Muktiharjo masih membutuhkan tambahan intervensi.

“Kami mendukung langkah Gubernur untuk menambah pompa dan mengeruk kolam retensi agar daya tampung air meningkat,” tegasnya.

Selain penambahan pompa, Pemkot juga merencanakan pembangunan embung baru pada 2026 di lahan milik pemerintah kota. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban aliran air menuju kawasan rendah.

“Kami akan terus melakukan langkah nyata agar risiko banjir berkurang, terutama di wilayah timur,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Agustina menyampaikan apresiasi atas bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp442 juta, yang disalurkan dalam berbagai bentuk, mulai dari bahan pangan hingga kebutuhan pengungsi.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis. Gubernur Ahmad Luthfi, dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum, menyetujui penambahan lima unit pompa berkapasitas total 2.000 liter per detik, pengerukan Kolam Retensi Terboyo, serta normalisasi sungai-sungai pengalir air dari Semarang hingga Demak.

Dengan sinergi lintas instansi tersebut, Agustina optimistis penanganan banjir di Semarang akan lebih efektif.

“Kita tidak bisa berdiam diri. Harus ada langkah nyata, terukur, dan terasa oleh masyarakat demi keselamatan dan kenyamanan warga,” pungkasnya. St

You Might Also Like

Peringati Hari Antikorupsi, MAKI Gugat Praperadilan 5 Perkara
Pemkot Tuntaskan Perbaikan Jembatan Semarang Indah, Wali Kota Berharap Bisa Minimalisir Genangan
Rayakan HUT Ke-2, SMOR Anak Perusahaan Semen Gresik Catat Kenaikan Pendapatan 500%
Ganjar Minta Pemerintah Selesaikan Konflik Rempang dengan Dialog, Dengarkan Masyarakat
Kunjungi Borobudur, Wapres Cek Kesiapan Objek Wisata di Masa Lebaran
TAGGED:Desak Penambahan PompaPengerukan Kolam Retensiuntuk Atasi Banjir Timur Kotawali kota semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?