SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pagi tadi, Minggu 24 Agustus2025 halaman balai RW 03 Kelurahan Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang, dipenuhi riuh suara anak-anak, tawa ibu-ibu, hingga langkah tegap para bapak.
Di hari yang cerah itu, ratusan warga tumpah ruah mengikuti gerak jalan sehat memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan penuh semangat, Ketua RW 03, Hary Setiawan, melepas peserta dari garis start.
“Mari kita rayakan kemerdekaan dengan sehat, guyub, dan rukun. Semoga kita semua sukses dan sejahtera,” ucapnya, disambut tepuk tangan dan sorak gembira warga.
Sepanjang rute yang membentang dari Jalan Prof Hamka, Jalan Walisongo hingga finish di Perum Bukit Walisongo Permai, wajah-wajah bahagia terpancar.
“Capek sih, tapi seneng banget. Rasanya kayak jalan sama keluarga besar,” kata Abdul Haris sambil tersenyum lebar.
Sesampainya di garis akhir, aroma soto hangat menyeruak. Sepiring soto sederhana terasa begitu nikmat ketika disantap bersama-sama.
“Ini yang bikin kangen tiap Agustusan, makan bareng gini bikin rasanya beda,” tutur Agung, warga sepuh yang ikut hadir.
Tak lama, suasana makin meriah saat panitia mengundi 77 doorprize. Hadiahnya beragam, dari minyak goreng, beras, dispenser, hingga kipas angin.
Bahkan, panitia juga memastikan setiap rumah di RW 03 mendapat satu liter minyak goreng.
“Bukan soal besar kecilnya, tapi rasa peduli dan kebersamaan itu yang bikin hati hangat,” ujar Kustini.
Kemeriahan tak berhenti di sana. Sorak tawa pecah ketika lomba-lomba dimulai. Anak-anak berteriak histeris saat air muncrat di lomba “pipa bocor”.
Para remaja berlarian penuh canda dalam permainan ular naga balon.
Bapak-bapak tak kalah heboh saat estafet gelas dengan balon membuat air tumpah ke sana-sini. Sementara ibu-ibu justru tertawa paling keras ketika wajah mereka berlumuran tepung akibat lomba estafet tepung.
“Kita bukan sekadar lomba, tapi sedang merajut kebersamaan. Inilah arti kemerdekaan bagi kami,” ucap Hary Setiawan dengan mata berbinar.
Hadir pula Sekretaris Kelurahan Tambakaji, Dhiroyah, serta perwakilan LPMK, Sapto, yang memberi apresiasi.
“Luar biasa. Warga RW 03 telah menunjukkan bagaimana kebersamaan bisa menghadirkan kegembiraan,” ungkap mereka.
Di balik hadiah, tawa, dan peluh keringat, ada makna yang dalam: merdeka bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tapi juga tentang saling merangkul, saling peduli, dan menjaga kebahagiaan bersama. RW 03 Tambakaji telah mengajarkan, bahwa merayakan kemerdekaan bisa sesederhana berjalan bersama, makan soto hangat, dan berbagi tawa dengan tetangga. St


