DEMAK (Jatengdaily.com)– Pemerintah Kabupaten Demak kembali menggelar Demak Job Fair dan Kadin Fest 2026 bertajuk Smart Talent for Smart Industry sebagai upaya mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Juli hingga 1 Agustus itu menghadirkan 30 perusahaan dengan total 2.480 lowongan kerja, serta diramaikan pameran UMKM dan berbagai kegiatan masyarakat.
Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, SE mengatakan, penyelenggaraan Job Fair bukan sekadar membuka kesempatan kerja, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Demak. Menurutnya, tren angka kemiskinan di Demak terus mengalami penurunan, namun hal itu tidak boleh membuat semua pihak cepat merasa puas.
“Kita bersyukur angka kemiskinan dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Tetapi kita tidak boleh puas diri. Semua program harus terus dievaluasi agar benar-benar memberikan dampak langsung dan positif bagi masyarakat Demak,” ujar Eisti’anah.
Ia mengingatkan, saat pandemi Covid-19 lalu angka pengangguran sempat meningkat tajam. Namun berkat kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM, kondisi ekonomi masyarakat perlahan kembali pulih. Berbagai bentuk pendampingan mulai dari akses permodalan, pemasaran hingga pengemasan produk dinilai mampu membuat UMKM tetap bertahan bahkan berkembang.
“Alhamdulillah UMKM kita mampu bertahan hingga sekarang. Pemerintah terus melakukan pendampingan, baik dari sisi permodalan, pemasaran maupun packaging sehingga produk UMKM semakin memiliki daya saing,” ungkapnya.
Bupati juga menyoroti perubahan kebutuhan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, ia berpesan kepada para pencari kerja agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga terus meningkatkan kompetensi, keterampilan, etos kerja, serta kemauan belajar agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
“Kepada para pencari kerja, jangan hanya fokus mencari pekerjaan. Tingkatkan terus kompetensi, miliki etos kerja yang baik dan semangat belajar. Sementara kepada para perusahaan, kalaupun menggunakan tenaga kerja asing, tetap utamakan tenaga kerja asal Demak serta lakukan pelatihan dan transfer knowledge kepada tenaga kerja lokal,” tegasnya.
Tahun ini merupakan penyelenggaraan Job Fair Demak yang keempat. Sebanyak 30 perusahaan membuka 2.480 lowongan kerja dengan berbagai bidang dan jenjang pendidikan, mulai lulusan SD hingga sarjana.
Bupati berharap seluruh perusahaan peserta mampu memprioritaskan warga Demak sehingga keberadaan investasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Di sisi lain, kolaborasi dengan Kadin melalui Kadin Fest juga membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM agar produknya semakin dikenal dan terhubung dengan pasar digital melalui berbagai program pendampingan.
Sementara itu, Kepala Disnakerind Kabupaten Demak Agus Kriyanto menyebutkan jumlah pengangguran di Kabupaten Demak saat ini masih sekitar 32.500 orang. Karena itu, Job Fair diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka tersebut.
“Bagi pencari kerja yang belum berhasil memperoleh pekerjaan, Disnakerind telah menyiapkan berbagai pelatihan melalui Balai Latihan Kerja, termasuk Mobile Training Unit yang menyasar desa-desa agar masyarakat di wilayah yang jauh tetap memperoleh akses peningkatan keterampilan,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Kadin Demak Suryo Hadi Wibowo mengatakan Kadin Fest turut menghadirkan seminar, bazar UMKM, lomba mewarnai, lomba kicau mania, senam aerobik hingga festival jaranan sebagai upaya menggerakkan ekonomi sekaligus melestarikan budaya. Ia berharap masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan tidak berkecil hati, melainkan terdorong menjadi wirausaha baru.rie-she



