By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Aman Menikmati Matahari Pagi: Lindungi Kulit dan Mata
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
GagasanKesehatan

Aman Menikmati Matahari Pagi: Lindungi Kulit dan Mata

Jatengdaily.com
Published: 31 Oktober 2026 15:46
Share
SHARE

Oleh: apt Riza Maulana, M.Pharm.Sci.

Dosen Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

MATAHARI pagi sering dianggap selalu aman karena udara masih sejuk dan sinarnya terasa lembut. Padahal, suhu udara tidak menunjukkan secara tepat seberapa kuat radiasi ultraviolet (UV).

Tingkat UV dipengaruhi oleh waktu, lokasi, ketinggian, awan, dan pantulan dari permukaan sekitar. Karena itu, kebiasaan sehat di luar ruangan sebaiknya disertai pemahaman mengenai perlindungan kulit dan mata.

Dalam jumlah yang sesuai, cahaya alami membantu mengatur jam biologis, dan paparan UVB memungkinkan kulit membentuk vitamin D. Namun, paparan UV berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar, mempercepat penuaan kulit, merusak mata, serta meningkatkan risiko kanker kulit.

Risiko ini tidak hanya terkait dengan satu kali paparan, tetapi juga dengan akumulasi paparan sepanjang waktu. Tidak perlu menunggu kulit terasa panas atau memerah untuk mulai melindungi diri.

Langkah pertama adalah memperhatikan indeks UV setempat bila informasi tersebut tersedia. Saat indeks UV tinggi, kurangi waktu di bawah matahari langsung dan cari tempat teduh. Gunakan pakaian yang menutupi kulit, topi bertepi lebar, dan kacamata hitam yang memberikan perlindungan UV.

Tabir surya berspektrum luas dengan SPF 30 atau lebih dapat digunakan pada kulit yang terpapar; oleskan dalam jumlah memadai dan ulangi pemakaian sesuai petunjuk produk, terutama setelah berkeringat, berenang, atau mengeringkan kulit dengan handuk.

Jangan pernah menatap matahari secara langsung, baik saat pagi maupun pada waktu lain. Melihat matahari tanpa perlindungan yang tepat dapat merusak retina. Kacamata hitam biasa tidak membuat tindakan menatap matahari menjadi aman.

Jika beraktivitas di luar, gunakan kacamata yang memang memiliki perlindungan UV dan hindari melihat langsung ke arah matahari.
Kebutuhan perlindungan dapat berbeda antarindividu.

Orang dengan kulit mudah terbakar, riwayat kanker kulit, kondisi kulit tertentu, atau yang menggunakan obat tertentu mungkin memerlukan perhatian lebih. Anak-anak juga perlu perlindungan dan pengawasan yang sesuai saat bermain di luar.

Jika muncul perubahan pada kulit yang menetap, luka yang tidak sembuh, atau tahi lalat yang berubah bentuk, warna, atau ukuran, mintalah penilaian tenaga kesehatan.

Bagaimana dengan vitamin D? Perlindungan matahari tidak berarti kita harus mengabaikan kebutuhan vitamin D. Kebutuhan tersebut dapat dibahas melalui pola makan, pangan yang diperkaya, dan suplemen bila diperlukan.

Tidak ada aturan berjemur yang sama untuk semua orang karena pembentukan vitamin D dipengaruhi banyak faktor. Hindari sengaja membakar kulit atau memakai paparan UV berlebihan sebagai cara mengejar manfaat kesehatan.

Nikmati pagi dengan cara yang seimbang: berjalan kaki, berkebun, atau melakukan aktivitas ringan sambil memperhatikan kondisi sekitar. Cahaya alami dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat, tetapi keselamatan tetap prioritas.

Dengan melindungi kulit dan mata, kita dapat menikmati kegiatan di luar ruangan tanpa menganggap bahwa semakin banyak sinar matahari selalu semakin baik. JATENGDAILY. COM

You Might Also Like

Ancaman Banjir Kota Semarang
Hari Kesaktian Pancasila 2024: Meneguhkan Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045
Berani Salah Itu Sunnah Belajar: Speaking Inggris di Era AI, Halalkan ‘Dosa’ Grammar
Telkom- Neutra DC akan Gelar Konferensi Internasional dengan Tema “The Other Side of AI”
Dampak Perubahan Iklim Terhadap Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal
TAGGED:Aman Menikmati Matahari PagiLindungi Kulit dan Mata
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?