SEMARANG — Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo, Kudus, KH Ahmad Badawi Basyir (Gus Badawi), mengingatkan masyarakat yang hendak menunaikan ibadah haji maupun umrah agar membekali diri dengan ilmu yang cukup.
Pemahaman fikih ibadah dan tata cara ibadah yang tepat menjadi syarat krusial agar ibadah berjalan lancar dan absah.
“Bekal ilmu sebelum berangkat umrah atau haji namanya manasik. Intinya belajar fikih umrah serta tata cara, syarat, dan rukunnya. Sebab, ibadah ini membutuhkan biaya mahal dan kesehatan badan yang prima, sehingga dibutuhkan ilmu serta pemahaman fikih yang memadai,” tegas Gus Badawi pada pengarahan dalam Silaturahmi dan Manasik Umrah Akbar PT Abu Bakar Berkah Tour di Grand Rama Shinta Ballroom, Hotel Patra Semarang, Minggu (13/9/2026).
Gus Badawi juga menyayangkan masih maraknya kasus kegagalan keberangkatan jemaah akibat penipuan biro perjalanan abal-abal. Banyak korban yang akhirnya harus mendatangi kantor pemerintah untuk meminta pendampingan hukum.
Oleh karena itu, beliau mengingatkan calon jemaah agar senantiasa memastikan kelengkapan dokumen, seperti visa dan tiket, sebelum menyerahkan dana. Gus Badawi menekankan prinsip “Lima Pasti Umrah” sebagai acuan utama:
Pasti Travelnya: Berizin resmi dari Kementerian Agama (kini Kementerian Haji).
Pasti Jadwal dan Penerbangannya.
Pasti Program Layanan dan Harganya.
Pasti Hotelnya.
Pasti Visanya.
Direktur Utama PT Abu Bakar Berkah, H. Jumadi Sastradihardja, S.E., M.Ak., menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 400 peserta, termasuk pendaftar Paket Milad ke-3 ABBA Tour dan Paket Uzbekistan Plus Umrah.
Selama berada di Tanah Suci, para jemaah akan menikmati program empat kali miqat umrah serta dua kali shalat Jumat di Madinah dan Makkah.
Acara dihadiri pimpinan CIMB Niaga, tim kesehatan dari RSI Sultan Agung Semarang, serta jajaran pembimbing ibadah terkemuka, seperti KH Dikhyah Yusuf, Prof. Dr. KH Najahan Musyaffa, Prof. Dr. KH Ahmad Izzuddin, Dr. H. Agus Fathuddin Yusuf, M.A., Habib Anis Shahab, dan Nyai Hajjah Umi Kulsum Supomo.
Jumadi, yang juga merupakan kandidat doktor dari Universitas Diponegoro (Undip), menegaskan pentingnya transparansi untuk mengikis kekhawatiran calon jemaah terkait maraknya berita jemaah terlantar.
“Menjaga amanah di tengah kekhawatiran publik itu jauh lebih penting. Pemberitaan mengenai jemaah yang terlantar cukup menyita rasa aman umat. Amanah dan kepercayaan jemaah adalah pilar tertinggi yang tidak akan kami kompromikan,” ujar Jumadi.
Fokus Ibadah Tanpa Beban Teknis
Dengan jaminan legalitas, kepastian tiket, dan visa yang tertata rapi sejak awal, ABBA Tour berharap jemaah dapat beribadah dengan tenang tanpa terbebani masalah operasional.
Rangkaian manasik diawali dengan pembacaan shalawat yang dipimpin oleh Habib Anis Shahab, dilanjutkan dengan praktik manasik oleh Dr. H. Agus Fathuddin Yusuf, M.A.
Pada kesempatan tersebut, Dirut ABBA Tour bersama pimpinan CIMB Niaga juga menyerahkan apresiasi berupa logam mulia emas 24 karat kepada pendaftar pertama Program Haji Khusus, Salsa dari Batang, serta Ketua Indonesia Offroad Federation (IOF), Arudiyo Rommel Yachya. St



