Banjir Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah Demak, BPBD Pastikan Genangan Berangsur Surut

2 Min Read
Meski mobil pompa BPBD telah dioperasionalkan, namun genangan banjir di beberapa titik di desa Wonorejo Karanganyar Demak masih setinggi paha orang dewasa. Foto :sari jati

DEMAK (Jatengdaily-com) – BPBD Kabupaten Demak melaporkan banjir masih terjadi di sejumlah kecamatan akibat hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut. Meski demikian, kondisi genangan di sebagian besar lokasi dilaporkan mulai mengalami penurunan. Hal ini disampaikan dalam laporan periodik Pusdalops-PB BPBD Demak, Kamis (15/1/2026).

Kalaksa BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengatakan banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang membuat sungai dan saluran air tidak mampu menampung debit air.

“Wilayah Demak yang merupakan daerah dataran rendah dan pesisir memang rawan genangan, apalagi saat hujan disertai pasang air laut,” ujarnya.

Di Kecamatan Sayung, banjir masih menggenangi Desa Kalisari dan Desa Sayung. Di Kalisari, genangan air setinggi 20 hingga 35 sentimeter merendam jalan utama desa dan sekitar 10 sentimeter di permukiman warga.

“Untuk Kalisari, kondisi air saat ini sudah menunjukkan tren turun setelah dilakukan pompanisasi,” kata Agus.

Sementara di Desa Sayung, hampir seribu rumah warga terdampak dengan genangan di jalan desa mencapai 40 sentimeter. BPBD bersama BBWS Provinsi Jawa Tengah telah mengoperasikan mobile pump di lokasi. “Upaya pompanisasi terus kami lakukan agar air segera surut dan warga bisa beraktivitas kembali,” jelasnya.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Demak, tepatnya di Kelurahan Betokan, Desa Karangmlati, dan Kelurahan Mangunjiwan. Genangan dipicu meningkatnya debit Sungai Kalijajar serta pintu pembuangan yang tidak berfungsi optimal.

“Kami sudah menurunkan mesin alcon dan menyalurkan karung zak sebagai langkah darurat,” ungkap Agus.

Wilayah lain yang terdampak cukup parah berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar. Ribuan rumah warga sempat terendam dengan ketinggian air di jalan mencapai 65 sentimeter.

“Penyebabnya karena curah hujan tinggi dan aliran sungai avour ke Sipon Gajah tidak berjalan normal, namun sekarang kondisi mulai surut,” tambahnya.

Agus menegaskan BPBD Demak tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem selama musim penghujan.

“Kami melakukan pemantauan cuaca secara rutin, menyiagakan posko, serta membuka layanan pengaduan darurat agar penanganan bencana bisa dilakukan cepat dan tepat,” pungkasnya, didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Suprapto.rie-St

 

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.