SEMARANG (Jatengdaily.com) — Suasana Car Free Day (CFD) di Lapangan Simpang Lima Semarang, Minggu (4/10/2026) pagi, tampak berbeda dan lebih semarak. Di depan Masjid Raya Baiturrahman Semarang, barisan tenda layanan masyarakat dipadati pengunjung yang ingin berkonsultasi, mulai dari persoalan remaja, hukum Islam, hingga cek kesehatan gratis.
Kegiatan bertajuk Ngaji Nom-noman ini digelar rutin setiap Minggu pertama tiap bulannya atas inisiasi kerja sama tiga masjid besar, Masjid Raya Baiturrahman, MAJT, dan Masjid Agung Semarang Kauman.
Sejumlah tokoh dan pengurus MUI Jawa Tengah tampak hadir mengawal jalannya kegiatan, antara lain Ketua Ganas Annar MUI Jateng Dr KH Multazam Ahmad, Dr KH Sarjuni, Hj Nurhuda (Pengurus BP4 Jateng), KH Muizudin, H Ahyani, Bendahara Umum MUI Agus Sumartono, serta tim medis.
Pengawasan Orang Tua dan Ruang Positif untuk Remaja
Ketua Ganas Annar MUI Jateng yang juga Sekretaris MUI Jateng, Dr KH Multazam Ahmad, menyoroti maraknya fenomena kenakalan remaja dan maraknya penyalahgunaan narkoba di era digital saat ini. Menurutnya, anak-anak usia SD, SMP, hingga SMA makin rentan terpengaruh dampak negatif media sosial dan lingkungan pertemanan.
”Kata kuncinya saat ini adalah runtuhnya pendidikan karakter. Maraknya tindakan anarkis dan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak menjadi alarm keras bagi kita semua. Pertemanan yang salah tanpa pembekalan benteng agama yang kuat akan menjadi masalah besar di kemudian hari,” tegas KH Multazam.
Sebagai solusinya, ia menekankan pentingnya orang tua untuk lebih proaktif memantau dan mendampingi tumbuh kembang anak. Selain pengawasan melekat, remaja juga perlu diberi ruang luas untuk menyalurkan energi ke kegiatan yang positif agar tidak merasa jenuh dan beban pikirannya teralihkan.
Hadirnya Ngaji Nom-noman di tengah keramaian CFD ini diharapkan menjadi solusi solutif untuk membantu pembinaan remaja dan tempat berkonsultasi bagi para orang tua.
Edukasi Hukum Waris hingga Mualaf
Tak hanya pembinaan remaja, stan konsultasi keagamaan juga diserbu warga yang ingin bertanya seputar fikih dan hukum Islam. Pengurus MUI Jateng, Dr KH Sarjuni, mengungkapkan bahwa persoalan warisan menjadi topik yang paling dominan ditanyakan masyarakat.

”Masalah warisan memang paling banyak dikonsultasikan. Kami tekankan bahwa harta orang yang meninggal dunia itu kembali menjadi milik Allah, sehingga pembagiannya harus sesuai ketentuan Allah, bukan selera manusia. Misalnya, ketentuan bagian anak laki-laki adalah dua kali lipat dari bagian anak perempuan,” jelas KH Sarjuni.
Selain waris, ia juga melayani konsultasi terkait persoalan mualaf/murtad beserta konsekuensi hukum keagamaannya, hingga alur serta mekanisme pelunasan ibadah haji.
Layanan Kesehatan Gratis Diserbu Pengunjung
Melengkapi bimbingan rohani dan hukum, aspek kesehatan fisik warga juga mendapat perhatian. Tim Kesehatan RSI Sultan Agung Semarang yang diterjunkan di lokasi mencatat antusiasme warga yang cukup tinggi.
Afifah, perwakilan Tim Kesehatan RSI Sultan Agung Semarang, menyebutkan bahwa rata-rata ada sekitar 60 pengunjung yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di setiap gelaran CFD.
”Rata-rata keluhan pengunjung yang datang adalah masalah asam urat, tekanan darah tinggi, nyeri di tengkuk, serta nyeri sendi yang memicu kolesterol tinggi,” pungkas Afifah. St



