SEMARANG (Jatengdaily.com) — Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Se-Eks Karesidenan Semarang resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Bersama Tahun 2026 di Hotel Front One HK Semarang, Minggu (27/9/2026).
Agenda konsolidasi lima tahunan yang menghimpun alumni dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal ini dibuka secara resmi oleh Ketua Harian DPD PA GMNI Jawa Tengah, Abang Baginda Muhammad Mahfuz Hasibuan, ditandai secara simbolis melalui pemukulan gong oleh senior PA GMNI, Oerip Lestari.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut jajaran tokoh dan senior PA GMNI seperti ST Soekirno, Mbak Uul, Sosiawan (Bawaslu Jateng), hingga jajaran alumni yang menduduki jabatan publik di Jawa Tengah, di antaranya Kepala Biro Umum Setda Jateng Laksono, Ketua KPU Jateng Handi Tri Ujiono, dan Ketua KIP Jateng Indra Ashoka Indrayana.

Tampak hadir pula Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Bambang Pramusinto, yang hadir mewakili Wali Kota Semarang.
Orientasi Baru: Kemandirian Ekonomi Alumni
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Harian DPD PA GMNI Jateng, Baginda Muhammad Mahfuz Hasibuan, menekankan pentingnya pergeseran fokus konsolidasi alumni.
Menurutnya, PA GMNI tidak boleh lagi hanya terjebak pada wacana ideologi semata, melainkan harus secara konkret menyelesaikan persoalan ekonomi yang dihadapi para alumni.
”Pendekatan alumni tentu berbeda dengan saat masih menjadi kader aktif. Alumni harus mandiri. Problematika utama alumni selama ini adalah persoalan ekonomi,” tegas Baginda.
Ia menambahkan, budaya saling menyokong, membantu sesama rekan, dan membuka jalan karier bagi alumni di berbagai sektor—baik birokrasi, penyelenggara pemilu, maupun politik—harus terus dirawat.
”Kita perkuat dulu diri kita, baru kita menguatkan orang lain. Untuk membantu rakyat miskin, kita sendiri tidak boleh miskin. Maka, kepengurusan PA GMNI ke depan harus diisi oleh figur yang tulus, ikhlas, dan siap dimanfaatkan oleh organisasi demi membesarkan seluruh anggotanya,” pungkasnya.
Evaluasi 5 Tahun dan Musyawarah Mufakat
Ketua DPC PA GMNI Kota Semarang, I.G. Ananta Wijaya Putra, S.T., M.M., bersama Sekretaris DPC, Indra Ashoka Mahendrayana, S.E., M.H., menjelaskan bahwa Konfercab Bersama ini memuat agenda utama evaluasi kinerja organisasi periode 2021–2026, penyusunan program kerja 2026–2031, serta pemilihan kepengurusan baru.
Ananta menekankan bahwa pemilihan ketua di tiap DPC akan mengedepankan mekanisme musyawarah untuk mufakat guna menghindari pemungutan suara (voting).
”Syarat kandidat ketua adalah figur yang sudah ‘selesai’ dengan studinya, terdata resmi sebagai alumni, serta memiliki rekam jejak kaderisasi yang jelas. Program mendesak kita ke depan adalah penataan database alumni yang tertib agar potensi alumni yang tersebar di pelbagai bidang dapat terkonsolidasi dengan maksimal,” ujar Ananta.
Ia juga menambahkan bahwa alumni PA GMNI berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendampingi kader-kader GMNI aktif di tingkat mahasiswa agar jenjang kaderisasi berjenjang (PPAB, KTD, KTM, hingga Pelopor) terus berjalan secara ideal.
Analogi ‘Lima Jari’ dan Gotong Royong
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Bambang Pramusinto, membacakan sambutan tertulis dari Wali Kota Semarang.
Pemkot Semarang mengapresiasi penyelenggaraan Konfercab yang mengusung tema konsolidasi ideologi Marhaenisme, penguatan organisasi, serta pengawalan demokrasi menuju kawasan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Dalam amanatnya, Wali Kota menganalogikan lima wilayah eks-Karesidenan Semarang seperti lima jari pada satu tangan.
”Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Demak, dan Kendal memiliki keterhubungan sosial dan ekonomi yang erat. Seperti lima jari, ketika bekerja sama, tangan akan menjadi jauh lebih kuat untuk menyelesaikan persoalan lintas wilayah—seperti transportasi, perumahan, hingga penanganan banjir,” urai Bambang menyampaikan pesan Wali Kota.
Pemkot Semarang berharap hasil dari Konfercab PA GMNI 2026 ini mampu melahirkan kepengurusan serta gagasan kritis-konstruktif yang berdampak langsung bagi kemajuan masyarakat di kawasan Semarang Raya dan sekitarnya. St



