DEMAK (Jatengdaily.com)– Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari masyarakat harus mampu berkembang menjadi solusi nyata, bukan sekadar menjadi karya yang dipamerkan dalam sebuah kompetisi. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri presentasi final Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Kabupaten Demak 2026 yang mengangkat tema “Inisiasi Ekonomi Hijau untuk Mendukung Ekonomi Berkelanjutan.”
Menurut Eisti’anah, Krenova merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Demak untuk memberi ruang sekaligus penghargaan kepada masyarakat yang memiliki gagasan kreatif. Ia mengaku bangga karena kualitas karya maupun antusiasme peserta terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah setiap tahun ada peningkatan, baik dari hasil inovasi, jumlah peserta, maupun penyelenggaraannya. Yang paling membanggakan, karya-karya ini sudah bisa dimanfaatkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan itu, Eisti’anah mengaku terkesan dengan banyaknya inovasi yang mengusung konsep ekonomi hijau. Berbagai limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomis berhasil diolah menjadi produk bermanfaat, mulai dari paving berbahan kulit kerang, pengolahan limbah plastik, hingga teknologi cool storage. Bahkan sejumlah inovasi telah dipadukan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Kami melihat hampir semuanya memanfaatkan limbah. Ini luar biasa karena persoalan sampah masih menjadi tantangan. Bahkan ada yang sudah dimodifikasi dengan AI sehingga lebih mudah digunakan masyarakat. Ini layak mendapat apresiasi khusus,” katanya.
Namun demikian, Bupati mengingatkan agar seluruh inovasi tersebut tidak berhenti setelah pengumuman pemenang. Ia meminta perangkat daerah terkait memberikan pendampingan sehingga hasil karya peserta dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar.
“Jangan berhenti hanya di lomba. Harus ada tindak lanjut melalui pembinaan, termasuk lewat program Teknologi Tepat Guna. Produk yang dihasilkan juga sebaiknya mencantumkan harga sehingga masyarakat mengenal sekaligus bisa mengapresiasi hasil karya tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Demak Masbahatun Ni’amah menjelaskan, penyelenggaraan Krenova menjadi bagian dari upaya membangun budaya inovasi di Kabupaten Demak. Tahun ini tercatat sebanyak 36 proposal dikirimkan oleh pelajar, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum. Setelah melalui seleksi administrasi serta verifikasi lapangan sejak Januari hingga Juli, sebanyak 18 inovasi dinyatakan lolos ke tahap presentasi di hadapan dewan juri.
“Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam menciptakan solusi atas berbagai tantangan. Karena itu kami terus mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi yang manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” kata Masbahatun.
Ia menambahkan, para pemenang akan memperoleh uang pembinaan mulai Rp5 juta hingga Rp10 juta. Lebih dari itu, Bapperida berharap karya terbaik dapat diinkubasi bersama OPD terkait sehingga inovasi yang lahir dari Krenova tidak hanya menjadi prestasi, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi hijau dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Demak. rie-she



