By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Deg-degan di Balik Panggung, Kamdi Bersinar di Final MHQ 10 Juz MAJT
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Deg-degan di Balik Panggung, Kamdi Bersinar di Final MHQ 10 Juz MAJT

Last updated: 10 Maret 2026 05:08 05:08
Sunarto
Published: 10 Maret 2026 05:08
Share
Nur Muhammad, mahasiswa S1 di Universitas Wahid Hasyim yang akrab disapa Kamdi, saat tampil di finalis MHQ MAJT. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana ruang utama Masjid Agung Jawa Tengah di Jalan Gajah Raya, Semarang, Sabtu pagi (7/3/2026), terasa berbeda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut di bawah kubah besar masjid yang menjadi salah satu ikon kota itu. Para hadirin duduk khidmat, menyimak setiap lafaz yang dilantunkan para finalis Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 10 Juz Pesantren Tahfidz Al-Qur’an MAJT–Baznas Jawa Tengah.

Sepuluh finalis—lima putra dan lima putri—tampil satu per satu di hadapan dewan juri. Masing-masing membawa kesungguhan yang sama: menjaga hafalan ayat demi ayat yang telah mereka pelajari selama bertahun-tahun.

Di antara para finalis itu, seorang peserta mendapat giliran tampil paling akhir. Wajahnya tenang, langkahnya mantap saat menuju panggung. Ia adalah Nur Muhammad, mahasiswa S1 di Universitas Wahid Hasyim yang akrab disapa Kamdi.

Pemuda kelahiran Demak, 3 Mei 2004, itu berdiri dengan penuh konsentrasi. Suaranya terdengar jelas saat melantunkan ayat demi ayat hafalan Al-Qur’an. Di hadapannya, para juri menyimak dengan saksama, sementara peserta lain dan penonton mengikuti dengan penuh perhatian.

Namun di balik ketenangan yang terlihat di panggung, Kamdi menyimpan rasa gugup. “Deg-degan banget waktu mau tampil,” ujarnya sambil tersenyum setelah perlombaan usai.

Kamdi merupakan santri dari Pondok Pesantren Al-Mahfudz di Desa Weding, Kecamatan Bonang, Demak. Di pesantren itulah ia menimba ilmu agama sekaligus memperdalam hafalan Al-Qur’an.

Di waktu yang sama, ia juga menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Semarang. Bagi Kamdi, keseharian antara kuliah dan menghafal Al-Qur’an adalah ritme yang sudah ia jalani dengan sederhana.

Keikutsertaannya dalam lomba MHQ ini berawal dari motivasi yang cukup sederhana. Ia tertarik ikut karena hadiah yang ditawarkan cukup menarik. Namun ketika sudah berada di panggung, ia tetap berusaha memberikan penampilan terbaik. “Persiapannya ya setengah-setengah,” katanya ringan.

Meski begitu, kesungguhan Kamdi saat melantunkan hafalan ternyata membuahkan hasil. Pada pengumuman pemenang yang digelar sore harinya di lokasi yang sama, namanya dipanggil sebagai Juara 2 kategori putra MHQ 10 Juz.

Pengumuman tersebut dihadiri Ketua Panitia sekaligus Direktur Pesantren Tahfidz Al-Qur’an MAJT–Baznas Jawa Tengah, Dr KH Muh Syaifuddin, serta Ketua Badan Amil Zakat Nasional Jawa Tengah, Ahmad Darodji.

Nilai yang diraih Kamdi mencapai 97,75, hanya terpaut tipis dari Tantowi Jauhari asal Bogor yang meraih juara pertama. Ketika namanya disebut, Kamdi mengaku benar-benar tidak menyangka. “Alhamdulillah, tidak menyangka bisa juara dua,” katanya.

Atas prestasi tersebut, ia berhak menerima uang pembinaan sebesar Rp4,5 juta—terdiri dari Rp2,5 juta dari panitia dan tambahan Rp2 juta dari Baznas Jawa Tengah.

Meski membawa pulang penghargaan, pemuda asal Desa Weding itu tetap memegang prinsip hidup yang sederhana. “Penting urip,” ujarnya singkat. Bagi Kamdi, pengalaman tampil di panggung final MHQ di Masjid Agung Jawa Tengah bukan sekadar lomba. Ia menjadi pengingat untuk terus menjaga dan menambah hafalan Al-Qur’an, di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa sekaligus santri.

Di balik ketenangan yang terlihat di panggung, ternyata ada degup jantung yang sempat tak karuan. Namun justru dari sanalah, langkah seorang santri muda dari Demak membawa pulang prestasi. sunarto

You Might Also Like

RSUD Wongsonegoro Peduli Warga Terdampak PPKM
Kemeriahan Perpaduan Sastra dan Keroncong di Panggung Taman Indonesia Kaya
Berantas Narkoba, BNN Diminta Gandeng Tokoh Agama dan Masyarakat
Berlangsung Hingga Akhir 2023, El Nino Sebabkan Iklim Lebih Kering
Polda Metro Jaya Tangkap Mantan Muncikari Robby Abbas
TAGGED:Deg-degandi Balik Panggungdi Final MHQ 10 Juz MAJTKamdi Bersinar
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?