DEMAK (Jatengdaily.com)– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak terus memperluas layanan administrasi kependudukan dengan mendatangi langsung sekolah-sekolah melalui program Sambang Sekolah.
Program yang berlangsung mulai Juli hingga September 2026 itu menyasar 42 sekolah dan ditargetkan mampu melayani sekitar 8.000 pemilik KTP elektronik pemula, sekaligus pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) serta pembaruan data pendidikan pada Kartu Keluarga (KK).
Plt Sekretaris Dindukcapil Kabupaten Demak Yuni Widiarti mengatakan, program tersebut menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai upaya mempermudah pelajar memperoleh dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor pelayanan. “Kami sengaja mendatangi sekolah agar anak-anak, termasuk siswa berkebutuhan khusus, lebih mudah memiliki KTP elektronik maupun KIA. Tahun ini targetnya sekitar 8.000 pemilik KTP pemula. Hingga saat ini sudah lebih dari 1.000 anak berhasil melakukan perekaman,” ujar Yuni, Senin (03/08/2026).
Menurutnya, strategi jemput bola dinilai efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan. Selain melalui Sambang Sekolah, Dindukcapil juga membuka layanan di kecamatan dan berbagai kegiatan pelayanan publik, termasuk Demang Ngantor Deso.
Pada kegiatan tersebut, petugas bahkan mampu menyelesaikan sekitar 150 permohonan dalam sehari. “Masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota umumnya baru mengurus dokumen ketika benar-benar dibutuhkan. Karena itu kami hadir lebih dekat melalui sekolah, kecamatan, maupun kegiatan pelayanan di desa. Untuk pembuatan KTP di kecamatan, prosesnya bisa selesai 1×24 jam jika jaringan internet tidak mengalami gangguan,” jelasnya.
Salah satu sekolah yang menjadi sasaran program adalah SLB Negeri Demak. Kepala SLB Negeri Demak, Muhson, menyebut layanan tersebut sangat membantu karena para siswa berkebutuhan khusus tidak lagi harus datang ke kantor Dindukcapil. Terlebih, akses bagi penyandang disabilitas di sejumlah fasilitas pelayanan publik masih belum sepenuhnya memadai.
“Kami mengapresiasi program Sambang Sekolah ini. Biasanya anak-anak harus datang sendiri ke Dindukcapil untuk membuat KTP atau KIA, sekarang justru petugas yang datang ke sekolah. Ini tentu sangat membantu bagi siswa maupun orang tua,” kata Muhson.
Muhson menjelaskan, SLB Negeri Demak saat ini memiliki 342 peserta didik, terdiri atas 12 siswa TKLB, 188 siswa SDLB, 81 siswa SMPLB, dan 61 siswa SMALB. Jika dikelompokkan berdasarkan kondisi disabilitas, terdapat 209 siswa tunagrahita, 72 tunarungu, 39 anak autis, 16 tunanetra, serta enam tunadaksa yang turut menjadi sasaran pelayanan administrasi kependudukan tersebut.
Program itu juga mendapat sambutan positif dari para wali murid dan siswa. Abdullah, warga Kecamatan Guntur, mengaku terbantu karena tidak perlu lagi mengantre di kantor Dindukcapil maupun kecamatan untuk mengurus KIA putranya, Muhammad Haikal. Sementara Talita (17), siswi kelas XI SMALB, mengaku kini memahami pentingnya memiliki KTP elektronik. “Sekarang saya senang sudah punya KTP. Nanti bisa dipakai untuk mencari kerja setelah lulus dan juga untuk ikut memilih saat pemilu,” tuturnya. rie-she



