By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Dindukcapil Jemput Bola ke Sekolah, Ribuan Pelajar Demak Rekam KTP Tanpa Harus Datang ke Kantor
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Dindukcapil Jemput Bola ke Sekolah, Ribuan Pelajar Demak Rekam KTP Tanpa Harus Datang ke Kantor

Last updated: 3 Agustus 2026 15:14 15:14
Jatengdaily.com
Published: 3 Agustus 2026 15:14
Share
Proses rekam data yang dilakukan petugas Dindukcapil Kabupaten Demak di SLB Negeri Demak dalam rangka jemput bola tertib adminduk. Foto : sari jati
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com)– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak terus memperluas layanan administrasi kependudukan dengan mendatangi langsung sekolah-sekolah melalui program Sambang Sekolah.

Program yang berlangsung mulai Juli hingga September 2026 itu menyasar 42 sekolah dan ditargetkan mampu melayani sekitar 8.000 pemilik KTP elektronik pemula, sekaligus pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) serta pembaruan data pendidikan pada Kartu Keluarga (KK).

Plt Sekretaris Dindukcapil Kabupaten Demak Yuni Widiarti mengatakan, program tersebut menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai upaya mempermudah pelajar memperoleh dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor pelayanan.  “Kami sengaja mendatangi sekolah agar anak-anak, termasuk siswa berkebutuhan khusus, lebih mudah memiliki KTP elektronik maupun KIA. Tahun ini targetnya sekitar 8.000 pemilik KTP pemula. Hingga saat ini sudah lebih dari 1.000 anak berhasil melakukan perekaman,” ujar Yuni, Senin (03/08/2026).

Menurutnya, strategi jemput bola dinilai efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan. Selain melalui Sambang Sekolah, Dindukcapil juga membuka layanan di kecamatan dan berbagai kegiatan pelayanan publik, termasuk Demang Ngantor Deso.

Pada kegiatan tersebut, petugas bahkan mampu menyelesaikan sekitar 150 permohonan dalam sehari. “Masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota umumnya baru mengurus dokumen ketika benar-benar dibutuhkan. Karena itu kami hadir lebih dekat melalui sekolah, kecamatan, maupun kegiatan pelayanan di desa. Untuk pembuatan KTP di kecamatan, prosesnya bisa selesai 1×24 jam jika jaringan internet tidak mengalami gangguan,” jelasnya.

Salah satu sekolah yang menjadi sasaran program adalah SLB Negeri Demak. Kepala SLB Negeri Demak, Muhson, menyebut layanan tersebut sangat membantu karena para siswa berkebutuhan khusus tidak lagi harus datang ke kantor Dindukcapil. Terlebih, akses bagi penyandang disabilitas di sejumlah fasilitas pelayanan publik masih belum sepenuhnya memadai.

“Kami mengapresiasi program Sambang Sekolah ini. Biasanya anak-anak harus datang sendiri ke Dindukcapil untuk membuat KTP atau KIA, sekarang justru petugas yang datang ke sekolah. Ini tentu sangat membantu bagi siswa maupun orang tua,” kata Muhson.

Muhson menjelaskan, SLB Negeri Demak saat ini memiliki 342 peserta didik, terdiri atas 12 siswa TKLB, 188 siswa SDLB, 81 siswa SMPLB, dan 61 siswa SMALB. Jika dikelompokkan berdasarkan kondisi disabilitas, terdapat 209 siswa tunagrahita, 72 tunarungu, 39 anak autis, 16 tunanetra, serta enam tunadaksa yang turut menjadi sasaran pelayanan administrasi kependudukan tersebut.

Program itu juga mendapat sambutan positif dari para wali murid dan siswa. Abdullah, warga Kecamatan Guntur, mengaku terbantu karena tidak perlu lagi mengantre di kantor Dindukcapil maupun kecamatan untuk mengurus KIA putranya, Muhammad Haikal. Sementara Talita (17), siswi kelas XI SMALB, mengaku kini memahami pentingnya memiliki KTP elektronik. “Sekarang saya senang sudah punya KTP. Nanti bisa dipakai untuk mencari kerja setelah lulus dan juga untuk ikut memilih saat pemilu,” tuturnya. rie-she

You Might Also Like

Gelandang PSIS Ini Berharap Kompetisi Berputar dengan Prokes
SIG Raih Penghargaan ASEAN Mineral Awards 2025, Bukti Komitmen Pertambangan Berkelanjutan
Polda Jateng Serahkan 1.000 Sak Semen untuk Penanggulangan Gempa Batang
Polisi Amankan Pelaku Pembunuhan Berantai di Wonogiri, Diduga Kesal Akibat Sering Ditagih Hutang
Calon Bintara Ikuti Pantukhirda di Lanud Sultan Hasanuddin
TAGGED:Proses rekam data yang dilakukaDindukcapil Kabupaten DemakSLB Negeri Demak
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?