KENDAL (Jatengdaily.com)- Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan penulisan berita bagi warga Dusun Watuputih, Desa Wadas, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Ahad (8/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mendukung praktik jurnalisme warga yang informatif dan bertanggung jawab.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Nurkholis SE MIKom dan Fikri Shofin Mubarok SE MIKom. Kegiatan mengusung tema pelatihan pembuatan berita untuk mendukung jurnalisme warga, dengan fokus pada peningkatan keterampilan menulis berita berbasis fakta.
Nurkholis menjelaskan bahwa kemampuan menulis berita menjadi keterampilan penting di tengah perkembangan arus informasi yang semakin cepat.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu menyampaikan informasi secara jelas, akurat, dan bertanggung jawab.
“Warga tidak hanya belajar menyusun berita yang runtut dan mudah dipahami, tetapi juga memahami prinsip dasar jurnalistik seperti verifikasi fakta, keberimbangan, serta etika publikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kompetensi menulis berita yang baik dapat membantu mengurangi risiko penyebaran hoaks maupun informasi yang menyesatkan. Selain itu, kualitas tulisan yang baik juga dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap informasi yang dihasilkan masyarakat.
Menurutnya, menulis berita harus diawali dengan itikad baik serta menjunjung nilai tulisan yang seimbang, nonpartisan, tidak diskriminatif, melindungi keselamatan anak, serta terbuka terhadap koreksi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan sembilan langkah menulis berita efektif, yakni fokus pada peristiwa yang diberitakan, menggunakan kalimat pendek, menerapkan konsep 5W+1H, memakai bahasa yang tepat, menulis berdasarkan fakta lapangan, menempatkan informasi penting di paragraf awal, menggunakan kutipan langsung, menyertakan data autentik, serta membuat judul yang menarik.
Kegiatan ini diikuti warga dari berbagai latar belakang, mulai dari guru sekolah dasar, pegiat Posyandu, ibu rumah tangga, siswa, hingga petani dan pedagang.
Salah satu peserta, M Alipum Maskur, guru SD setempat, mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena banyak kegiatan positif di sekolah yang sebenarnya layak diberitakan, namun belum mampu ia tuliskan secara menarik.
“Ada banyak kegiatan sekolah seperti peringatan hari besar nasional dan kegiatan lainnya yang sebenarnya bisa menjadi berita. Pelatihan ini sangat membantu kami memahami cara menulisnya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Fikom Unissula berharap masyarakat semakin aktif memproduksi informasi positif dari lingkungan sekitar sekaligus berkontribusi dalam membangun budaya literasi dan jurnalisme warga yang berkualitas. she


