By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Jerit Mencekam di Alun Eropa: Kisah Dina, Sang ‘Pengantin Jawa’ Berdarah Hidupkan Suasana Jurit Malam Dusun Semilir
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
PendidikanWisata

Jerit Mencekam di Alun Eropa: Kisah Dina, Sang ‘Pengantin Jawa’ Berdarah Hidupkan Suasana Jurit Malam Dusun Semilir

Jatengdaily.com
Published: 31 Oktober 2026 23:12
Share
Merodina Suryaningtyas (18), seorang model freelance asal Salatiga yang akrab disapa Dina. Tampil memukau sekaligus menyeramkan, ia menjelma menjadi sosok "Pengantin Jawa" ala film horor. Foto: Dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) — Di balik temaram lampu dan tawa mencekam yang memecah kesunyian Alun Eropa Dusun Semilir, Sabtu malam (31/10/2026), ada senyum ramah dan totalitas karya seni yang tersembunyi di balik balutan riasan seram.

Contents
​Totalitas Seni dan Cerita di Balik Riasan​Ruang Kreativitas yang Menghidupkan Suasana Malam

​Malam itu, kawasan destinasi ikonik di Kabupaten Semarang tersebut disulap menjadi arena uji nyali bernuansa misteri melalui ajang “Dusun Jurit Malam”, sebuah event tematik Halloween yang digelar khusus sejak 30 Oktober hingga 1 November 2026.

​Di antara pengunjung yang berlalu-lalang menaiki perosotan raksasa dan menikmati hiburan musik DJ, perhatian publik tersedot pada sosok “Pengantin Jawa” bernuansa misterius.

Kawasan wisata populer Dusun Semilir di Kabupaten Semarang mendadak berubah menjadi arena uji nyali yang dipenuhi tawa tegang dan jeritan gemas, Sabtu malam (31/10/2026). Foto: Dok

Dengan kebaya anggun, untaian melati yang melingkar di kepala, serta guratan luka lebam dramatis di wajahnya, sosok ini sukses membuat bulu kuduk merinding sekaligus mengundang decak kagum.

BACA JUGA: Sensasi Mencekam Sekaligus Meriah: Dusun Semilir Sukses Gelar “Dusun Jurit Malam” Bertema Halloween di Penghujung Oktober 2026

​Namun, di balik karakter horor yang membuat pengunjung terperanjat, hadir sosok muda yang begitu hangat dan penuh semangat: Merodina Suryaningtyas (18), atau yang akrab disapa Dina.

​Totalitas Seni dan Cerita di Balik Riasan

​Dina bukanlah karakter fiktif pembawa ketakutan sejati. Perempuan muda yang berprofesi sebagai model freelance ini adalah potret anak muda kreatif yang mendedikasikan waktu dan energinya demi menghidupkan suasana perayaan.

​Untuk menghadirkan karakter pengantin Jawa ala film horor lokal yang authentic dan meyakinkan, Dina rela melewati proses persiapan yang tak singkat.

​”Persiapan konsep dan properti seperti melati ini bisa memakan waktu hingga dua sampai tiga hari. Sedangkan untuk riasan wajah—mulai dari aksesoris hingga efek luka lebam—saya dibantu teman yang seorang MUA (Make Up Artist) sekitar satu jam,” tutur Dina ramah di sela-sela kegiatannya menghibur pengunjung.

​Bagi Dina, tampil sebagai salah satu dari 30  peserta Costume Competition hasil kolaborasi Dusun Semilir dengan komunitas kreatif Salatiga bukan sekadar soal menang atau kalah. Ada kepuasan tersendiri saat ia bisa mendalami karakter dan memberikan kesan mendalam bagi para pengunjung yang datang dari Semarang, Salatiga, hingga Solo.

​Dengan keahliannya berakting, Dina tak ragu melepas tawa khas yang menggelegar untuk mengejutkan wisatawan. Namun, begitu aksinya selesai, ketakutan pengunjung seketika mencair menjadi tawa keakraban dan ajakan foto bersama.

​Ruang Kreativitas yang Menghidupkan Suasana Malam

​Kehadiran sosok-sosok kreatif seperti Dina menjadi warna tersendiri dalam strategi Dusun Semilir menyajikan hiburan malam yang berbeda.

​Marketing Manager Dusun Semilir, Anisa Ayu, mengapresiasi keberanian dan kreativitas para peserta yang telah menghidupkan atmosfer street scare di area Alun Eropa hingga pukul 21.00 WIB.

​”Konsepnya memang eksplorasi dan interaksi langsung antara pengunjung dan hantu-hantu unik ini. Meski tahun ini skala lombanya masih berkembang, partisipasi anak-anak muda kreatif seperti Dina memberikan fondasi yang sangat baik untuk gelaran yang lebih festive di tahun-tahun mendatang,” ujar Anisa.

​Malam Minggu di penghujung Oktober 2026 pun ditutup dengan kenangan manis. Di Dusun Semilir, horor tidak lagi identik dengan rasa takut yang menakutkan, melainkan menjadi panggung ekspresi seni, hangatnya interaksi manusia, serta tawa riang keluarga yang menikmati liburan dengan cara yang berbeda. Sunarto

You Might Also Like

Ketika Ir Soeharsojo Bernostalgia, Pilih Hadap Tembok daripada Disuruh Nyanyi
Tingkatkan Pendapatan Finansial, Tim PKM USM Beri Pelatihan Teknis Anggota Gerai Kopimi
Rektor Dr Supari; USM Makin Dipercaya Masyarakat
Dangdok Bricket, Inovasi Ramah Lingkungan Mahasiswa Untag Semarang Raih Juara di Ajang Internasional
Tim PKM FE USM Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai Ekonomis
TAGGED:di Alun EropaHidupkan Suasana Jurit MalamJerit MencekamKisah DinaSang 'Pengantin Jawa' Berdarah
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?