DEMAK (Jatengdaily.com)– Karang Taruna Kabupaten Demak terus memperkuat peran pemuda dalam upaya penanggulangan bencana. Melalui gerakan tanggap bencana, organisasi kepemudaan ini mendorong seluruh anggotanya agar tidak hanya menjadi penonton ketika terjadi bencana, tetapi turut hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Demak, Kresna Bayu Ilham Sumarno SH, mengatakan pemuda memiliki peran penting sebagai penolong pertama bagi warga terdampak bencana. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
“Sebagai pemuda, ketika terjadi bencana kita tidak boleh hanya diam. Kita harus bergerak dan menjadi salah satu pihak yang pertama membantu masyarakat terdampak,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Saat ini, Karang Taruna Demak telah melakukan pemantauan terhadap potensi bencana di sekitar 249 desa. Pemantauan dilakukan secara berjenjang melalui pengurus Karang Taruna tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Salah satu fokusnya adalah membantu warga di wilayah terdampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih.
Selain kekeringan, perhatian juga diarahkan pada potensi kebakaran yang meningkat saat musim kemarau panjang. Pengurus Karang Taruna di setiap wilayah diminta memantau kondisi lingkungan dan segera menyampaikan laporan apabila ditemukan titik-titik rawan bencana.
Kesiapsiagaan juga dilakukan untuk menghadapi musim hujan. Para pengurus turut memantau perkembangan kondisi saluran irigasi di wilayah masing-masing sebagai langkah antisipasi agar potensi genangan maupun banjir dapat diketahui lebih awal.
Kresna mencontohkan, ketika terjadi banjir akibat tingginya intensitas hujan di wilayah perbatasan Kebonagung dengan Purwodadi, Karang Taruna langsung bergerak memberikan bantuan. Begitu pula ketika bencana terjadi di dua titik wilayah Kecamatan Kebonagung dan Mranggen, bantuan berupa makanan siap saji dan air bersih disalurkan kepada warga terdampak.
“Kami sudah terorganisasi dari tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten. Jadi, ketika ada laporan kejadian bencana, seluruh jajaran bisa bergerak bersama untuk menyalurkan bantuan ke lokasi,” jelasnya.
Melalui gerakan Karang Taruna Tanggap Bencana, Karang Taruna Bergerak, Warga Selamat, Kresna berharap semakin banyak pemuda yang memiliki kepedulian dan kesiapan untuk membantu sesama. Menurutnya, kehadiran Karang Taruna bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan juga bagian dari kekuatan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.rie-she



