SEMARANG (Jatengdaily.com)– Kesempatan menempuh pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah telah membuka jalan bagi Karisma, mahasiswa Program Studi Bahasa Asing Terapan, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip), untuk merasakan pengalaman bekerja di industri perhotelan Jepang.
Namun, bagi Karisma, Jepang bukanlah akhir dari perjalanan. Ia menyimpan mimpi yang jauh lebih besar: bekerja di Jerman, melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor, bahkan suatu hari menjadi dosen.
Kisah inspiratif tersebut terungkap dalam wawancara langsung yang dilakukan Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., bersama Ketua Program Studi Bahasa Asing Terapan, Sriwahyu Istana Trahutami, S.S., M.Hum., dan Sekretaris Program Studi Bahasa Asing Terapan, Aditya Nur Patria, S.Hum., M.App.Ling., saat melaksanakan monitoring dan evaluasi mahasiswa magang di The Park Hotel Jodogahama, Prefektur Iwate, Jepang, Selasa (20/10/2026).
Sebagai penerima KIP Kuliah, Karisma memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensinya melalui program magang internasional di Jepang.
Selama menjalani magang, ia mendapatkan pengalaman langsung mengenai standar pelayanan industri perhotelan Jepang, budaya kerja profesional, kedisiplinan, serta pentingnya tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan.
Tidak hanya memperoleh pengalaman, Karisma juga mendapatkan uang saku yang cukup menarik. Menurut penuturannya, uang saku bersih yang diterima berkisar antara Rp15 juta hingga Rp 18 juta per bulan.
Selain uang saku tersebut, perusahaan juga menyediakan fasilitas tempat tinggal serta makan, termasuk makan pagi atau siang. Dengan demikian, Karisma memperoleh dukungan kebutuhan dasar selama menjalani magang di Jepang.
Namun, nilai terpenting dari pengalaman tersebut bukan semata-mata uang saku, melainkan kesempatan untuk belajar, membangun kemandirian, dan memperluas wawasan internasional.
Pengalaman bekerja di lingkungan yang berbeda bahasa, budaya, dan kebiasaan menjadi proses pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa sekolah vokasi.
Menjalani kehidupan jauh dari keluarga tentu tidak selalu mudah. Karisma mengakui bahwa salah satu tantangan yang dirasakannya selama magang adalah kerinduan kepada orang tua di Indonesia. Meski demikian, ia mampu menghadapi perasaan tersebut dan tetap menjalani kegiatan magang dengan semangat.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa program magang internasional tidak hanya membentuk keterampilan profesional, tetapi juga mengembangkan ketangguhan mental, kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan kedewasaan mahasiswa.
Bagi mahasiswa sekolah vokasi, pengalaman semacam ini merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter sebelum memasuki dunia kerja sesungguhnya.
Jepang Bukan Tujuan Akhir, Karisma Ingin Bekerja di Jerman
Bagian paling menarik dari wawancara tersebut muncul ketika Dekan Sekolah Vokasi UNDIP menanyakan rencana Karisma setelah menyelesaikan pendidikan.
Apakah ia ingin kembali bekerja di Jepang? Karisma ternyata memiliki pandangan yang lebih luas. Meskipun tidak menutup kemungkinan kembali ke Jepang, ia ingin memperoleh pengalaman bekerja di negara lain, khususnya Jerman.
Menariknya, keinginan tersebut bukan sekadar angan-angan. Karisma mengaku telah mulai mengikuti kursus bahasa Jerman di sela-sela kegiatan magangnya di Jepang.
Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman internasional pertamanya justru semakin mendorong Karisma untuk memperluas kesempatan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja global.
Cita-cita Karisma ternyata tidak hanya berkaitan dengan karier profesional. Ketika pembicaraan berlanjut pada rencana pendidikan, ia menyampaikan keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister (S2), bahkan doktor (S3).
Dalam wawancara tersebut, Karisma juga menunjukkan ketertarikan ketika dibicarakan kemungkinan mengembangkan karier sebagai dosen pada masa mendatang.
Semangat tersebut mendapat perhatian positif dari Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof Budiyono. Menurut Prof Budiyono, pendidikan vokasi harus mampu membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan menentukan masa depannya.
“Pendidikan vokasi tidak boleh dipahami hanya sebagai pendidikan untuk segera bekerja. Mahasiswa vokasi harus memiliki kesempatan untuk mengembangkan karier global, melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, bahkan menjadi akademisi dan peneliti,” ujar Prof Budiyono.
Ia menekankan bahwa pengalaman magang internasional semestinya menjadi pijakan untuk membangun cita-cita yang lebih tinggi, bukan menjadi batas akhir perjalanan pendidikan mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Budiyono juga memberikan arahan agar Karisma memanfaatkan pengalaman magangnya sebagai sumber pembelajaran sekaligus bahan penyusunan tugas akhir.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat mengidentifikasi permasalahan nyata di tempat kerja, mengkajinya secara akademik, dan mengembangkan solusi sesuai bidang kompetensinya.
Karisma didorong untuk mulai menyusun tugas akhir selama menjalani magang, sehingga setelah kembali ke Indonesia dapat segera menyelesaikan proses akademik dan mengikuti ujian tugas akhir.
Apabila seluruh persyaratan akademik terpenuhi, langkah tersebut memungkinkan Karisma menyelesaikan pendidikan sarjana terapan dalam waktu kurang dari empat tahun.
Pendekatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya integrasi antara magang industri dan pembelajaran akademik dalam pendidikan vokasi.
Kunjungan monitoring mahasiswa tersebut merupakan bagian dari agenda penguatan kerja sama internasional Sekolah Vokasi Undip di Jepang. Pada kesempatan yang sama, Sekolah Vokasi UNDIP melaksanakan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Michinori Hotels Co., Ltd., perusahaan mitra yang terkait dengan The Park Hotel Jodogahama.
Kerja sama tersebut mencakup tiga bidang utama, yaitu pengembangan kurikulum (improvement of curriculum), program magang mahasiswa (internship program), dan kunjungan staf (visiting staff).
Melalui kerja sama ini, Sekolah Vokasi UNDIP berupaya memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan industri internasional, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman profesional di lingkungan kerja global.
Kisah Karisma memberikan gambaran nyata bahwa kesempatan pendidikan dan pengalaman internasional dapat membuka jalan bagi mahasiswa untuk membangun masa depan yang lebih luas.
Sebagai penerima KIP Kuliah, Karisma telah memperoleh kesempatan mengembangkan diri melalui pendidikan tinggi dan magang internasional. Dari pengalaman tersebut, tumbuh keberanian untuk bercita-cita bekerja di negara lain dan melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi.
Kisah ini sekaligus mencerminkan semangat transformasi Sekolah Vokasi UNDIP menuju World-Class Vocational School, yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan, tetapi juga pengembangan karakter, daya saing global, dan dampak nyata bagi kehidupan mahasiswa.
Dari bangku kuliah di Semarang menuju industri perhotelan Jepang, Karisma sedang membangun perjalanan hidupnya sendiri. Jepang menjadi salah satu langkah awal. Jerman menjadi impian berikutnya. Dan gelar doktor menjadi cita-cita yang ingin diraihnya. Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa kesempatan pendidikan dapat membuka pintu menuju masa depan yang jauh lebih luas. she



