Kumpulkan Para Menteri di Hambalang, Presiden Evaluasi Kinerja 2025

3 Min Read
Presiden Prabowo. Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres

BOGOR (Jatengdaily.com)– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumpulkan para menteri dan pejabat tinggi negara dalam rangka taklimat awal tahun 2026 yang berlangsung di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Agenda yang berlangsung di rumah pribadi Prabowo tersebut menjadi momen evaluasi kinerja tahun 2025 serta penegasan arah strategis pemerintahan ke depan.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa forum ini digunakan untuk merefleksikan capaian tahun lalu sekaligus menyusun langkah-langkah konkret yang harus dilaksanakan pada tahun 2026. Presiden menegaskan pentingnya memahami kondisi bangsa di tengah dinamika global serta berbagai bencana yang menimpa beberapa wilayah.

“Kita pahami bahwa bangsa kita penuh dengan tantangan dan cobaan. Bencana yang terjadi di tiga provinsi di Aceh, serta di beberapa wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, adalah pengingat bahwa kita harus selalu siaga dan tangguh,” ujar Presiden Prabowo dilansir dari laman Infopublik, Rabu (7/1/2026).

Presiden menyatakan, berbagai ujian tersebut justru memperlihatkan kekuatan dan ketahanan bangsa Indonesia.

“Negara kita telah mampu dan terus membuktikan bahwa kita kuat. Republik Indonesia memiliki kekuatan yang nyata yang bisa diukur, dilihat, dan dirasakan,” tegasnya.

Sebagai bentuk penghargaan, Presiden menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga, termasuk Menko, para menteri, kepala badan, hingga TNI, Polri, dan Kejaksaan. Menurutnya, pencapaian nasional tidak mungkin terwujud tanpa kerja keras, inisiatif, dan keberanian mengambil keputusan.

“Pemimpin sejati bukan yang hanya menunggu petunjuk, tetapi yang memahami arah besar dan berani bertindak demi kebaikan rakyat. Inilah nilai kepemimpinan yang kita butuhkan,” tutur Presiden.

Lebih jauh, Presiden Prabowo menekankan pentingnya keberlanjutan strategi transformasi bangsa yang telah ditawarkan kepada rakyat. Strategi tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi merupakan hasil kajian panjang yang terukur.

“Inti dari strategi transformasi bangsa adalah kemandirian. Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri. Salah satu elemen utamanya adalah swasembada pangan,” jelasnya.

Presiden menegaskan bahwa tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu menjamin kecukupan pangan bagi rakyatnya. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen mencapai swasembada pangan secara menyeluruh tidak hanya beras, tetapi juga jagung, singkong, serta sumber protein lainnya.

“Swasembada bukan hanya beras. Kita juga harus mandiri dalam jagung, singkong, serta protein. Karena pangan adalah karbohidrat dan protein. Ini adalah pondasi kemandirian nasional,” katanya.

Melalui arah kebijakan yang jelas dan keberanian untuk bertindak, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong transformasi menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berdaya saing tinggi di kancah global. ***

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.