By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Literasi Demak Didorong Jadi Gerakan Berkarya
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Literasi Demak Didorong Jadi Gerakan Berkarya

Jatengdaily.com
Published: 23 September 2026 18:00
Share
Bupati dr Hj Eisti'anah bersama Wabup KH Muhammad Badruddin dan Sekda H Akhmad Sugiharto membaca bersama anak-anak sekolah pada acara Festival Literasi di Dinperpusar Kabupaten Demak. Foto: Sari Jati.
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Literasi di Demak didorong untuk tidak berhenti pada aktivitas membaca dan menulis. Pemerintah Kabupaten Demak ingin budaya literasi berkembang menjadi kebiasaan belajar, berpikir kritis, berkreasi hingga menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Semangat itu mengemuka dalam Festival Literasi Demak 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak, Rabu (23/09/2026). Kegiatan tersebut dibuka Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, SE, didampingi Wakil Bupati KH Muhammad Badruddin, Sekda H Akhmad Sugiharto, para pegiat literasi serta pelajar.

Bupati Eisti’anah mengatakan, literasi memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh masyarakat harus mampu diolah menjadi kreativitas dan karya yang memberikan dampak positif.

“Kita ingin membangun budaya membaca, belajar, berpikir, berkarya, dan berbagi pengetahuan. Dengan demikian, literasi dapat menjadi bagian penting dalam membentuk masyarakat Demak yang cerdas, produktif, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Semarak festival juga ditandai dengan berbagai perlombaan yang menyasar beragam bentuk aktivitas literasi. Di antaranya Lomba Bertutur, Lomba Penulisan Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan, Lomba Pembuatan Video Konten Literasi hingga Lomba Perpustakaan Desa.

Bupati Eisti’anah mengapresiasi keberagaman kegiatan tersebut. Ia menilai, kreativitas dalam berliterasi bisa diwujudkan melalui banyak cara, mulai dari kemampuan berbicara dan menulis hingga pemanfaatan media digital serta penguatan perpustakaan di tingkat desa.

“Ini menunjukkan bahwa literasi dapat hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang bertutur, menulis, berkarya melalui video, hingga membangun ekosistem literasi melalui perpustakaan desa,” ungkapnya.

Selain penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba, Festival Literasi Demak 2026 juga menjadi momentum pengukuhan Bunda Literasi Tingkat Kecamatan. Bupati berharap para Bunda Literasi tersebut mampu menjadi penggerak kegiatan literasi yang kreatif, inklusif dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Mari kita hadirkan literasi tidak hanya di perpustakaan, tetapi juga di rumah, sekolah, desa, komunitas, dan ruang-ruang publik. Dengan semangat kolaborasi, kita tumbuhkan generasi yang gemar membaca, cerdas memilah informasi, kreatif berkarya, dan siap menghadapi masa depan,” tuturnya.rie-she

 

You Might Also Like

Pasar Foodservice Indonesia Tembus US$29 Miliar, FHI 2026 Perkuat Daya Saing Industri F&B dan Hospitality Nasional
Kalangan Seniman Sangat Kehilangan Salim Said
Pemkot Semarang Ingin Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik
Cegah Kemiskinan Baru, BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kerja Sama Lindungi Penggiat Masjid se-Jateng
Ini Mantra Hadapi Adaptasi Kebiasaan Baru yang Aman COVID-19 & Produktif Ala Merry Riana
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?