DEMAK (Jatengdaily.com)– Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Demak berubah menjadi arena penuh keceriaan, Selasa (11/08/2026). Jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi samping se-Kabupaten Demak beradu kekompakan dalam lomba memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Empat lomba digelar, yakni estafet giring veleg, tenis meja, lempar bola menggunakan sarung, dan senam kreasi.
Namun, perlombaan tersebut bukan sekadar mencari pemenang. Di balik permainan yang mengundang tawa dan sorak peserta, terselip pesan yang berkaitan dengan semangat bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E., mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus merawat kebersamaan keluarga besar Pemkab Demak.
“Lomba ini bukan mencari menang atau kalah. Yang paling penting bagaimana seluruh keluarga besar Pemkab Demak bisa bersama-sama, menjaga kekompakan, sekaligus nguri-nguri semangat perjuangan para pahlawan,” ujar Eisti’anah. Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan kegiatan positif yang mampu mempererat persaudaraan, menumbuhkan nasionalisme, dan memberikan energi baru dalam menjalankan tugas.
Giring veleg, misalnya, dipilih bukan tanpa alasan. Permainan tersebut membutuhkan keseimbangan sekaligus fokus agar veleg dapat bergerak sesuai arah yang ditentukan. Filosofi itu dinilai sangat dekat dengan pekerjaan aparatur yang membutuhkan konsentrasi dan keseimbangan dalam mengambil keputusan. “Giring veleg itu perlu keseimbangan dan kefokusan. Nilai tersebut bisa kita terapkan dalam pekerjaan sehari-hari,” katanya.
Hal serupa terlihat dalam lomba memindahkan bola menggunakan sarung. Permainan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri karena membutuhkan kekompakan dan koordinasi antaranggota tim. Bagi Bupati, semangat kerja sama itu juga menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Memindahkan bola dengan sarung membutuhkan kerja sama. Begitu juga dalam pekerjaan, kita harus saling bersinergi, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, tenis meja membawa pesan tentang semangat berkompetisi sekaligus menjaga kebugaran. Cabang tersebut juga merupakan salah satu olahraga unggulan di bawah pembinaan KONI. Adapun senam kreasi menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi. Tidak hanya gerakan yang dinilai, tetapi juga kekompakan dan penampilan kelompok. “Senam kreasi mengajarkan bagaimana kita terus berkreasi dan berinovasi menciptakan sesuatu yang baru. Spirit itu juga kita harapkan muncul dalam pekerjaan,” ungkap Eisti’anah.
Wakil Bupati Demak KH Muhammad Badruddin menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun jiwa sehat sekaligus memperkuat sinergi antarpegawai. Ia bahkan ikut turun dalam lomba giring veleg dan menikmati suasana permainan tradisional tersebut. “Tadi sempat ikut lomba giring veleg. Benar-benar menyenangkan, bisa relaks sejenak dan seperti kembali ke masa kecil di kampung,” ujarnya. Menurutnya, kebersamaan semacam itu penting untuk menjaga semangat positif di lingkungan kerja.
Ketua Seksi Lomba Endah Cahya Rini mengatakan perlombaan sengaja memadukan permainan tradisional dengan kompetisi olahraga agar peringatan kemerdekaan terasa lebih segar. Peserta berasal dari seluruh OPD, BUMD, BUMN, dan instansi samping. Meski dilaksanakan pada jam kerja, pelayanan publik tetap menjadi prioritas karena peserta yang mengikuti perlombaan merupakan perwakilan. “Kami ingin memberikan suasana yang berbeda, tetapi tetap membawa pesan tentang kekompakan, sportivitas, kreativitas, dan semangat memberikan yang terbaik,” katanya.rie-she



