SEMARANG (Jatengdaily.com)-Di tengah percepatan transformasi industri global yang kini semakin dipengaruhi oleh kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan, langkah progresif terus dihadirkan oleh Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip).
Sebanyak 66 mahasiswa TRKI SV Undip angkatan 2022 mengikuti pelatihan intensif selama lima hari yang berfokus pada penguatan kompetensi sistem manajemen mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja berbasis standar internasional.
Program ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa. Ia menjelma menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan dunia akademik dengan praktik industri nyata, sekaligus membuka perspektif mahasiswa terhadap bagaimana teknologi masa depan seperti Artificial Intelligence (AI) akan memainkan peran penting dalam tata kelola industri modern.
Pelaksanaan kegiatan ini juga memperoleh dukungan kebijakan resmi dari Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro melalui keputusan dekan mengenai pemberian bantuan biaya pelatihan awareness ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001, serta pelatihan Internal Auditor bagi mahasiswa TRKI pada tahun anggaran 2026. Kebijakan ini menjadi wujud komitmen institusi dalam mempersiapkan mahasiswa vokasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan industri global.
Kesuksesan kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan penuh Kaprodi TRKI Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, yaitu Dr. Mohamad Endy Julianto, ST, MT. Menurutnya, melalui fasilitasi pelatihan, penyediaan sarana laboratorium yang memadai, serta penguatan jejaring dengan praktisi industri, beliau secara konsisten mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran vokasi yang benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia industri. Pendekatan ini menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan praktik profesional secara nyata.
Kegiatan ini semakin kaya pengalaman karena menghadirkan praktisi industri berpengalaman sebagai narasumber dan pembimbing, salah satunya adalah Ir. Tjoek Oedowo, ST, MH, CLAP, IPM, ASEAN Eng., ACPE, APEC Eng.
Sosok yang juga menjadi Advisory Board TRKI Sekolah Vokasi Undip ini dikenal luas sebagai profesional di bidang keselamatan kerja, sistem manajemen, serta kepatuhan industri. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di sektor kimia dan manufaktur, beliau telah terlibat dalam berbagai implementasi sistem manajemen internasional seperti ISO 9001, ISO 14001, hingga ISO 45001, serta pengembangan budaya keselamatan kerja di berbagai perusahaan nasional dan multinasional.
Selama dua hari pertama, kegiatan pelatihan dilaksanakan secara daring dengan fokus pada materi teknis operasional yang sangat aplikatif, seperti Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC), Job Safety Analysis (JSA), pengelolaan limbah B3, hingga sistem pengolahan limbah cair industri. Materi-materi tersebut memberikan fondasi penting bagi mahasiswa dalam memahami bagaimana risiko industri diidentifikasi, dianalisis, dan dikendalikan secara sistematis.
Memasuki sesi luring, suasana pembelajaran semakin hidup dan interaktif. Mahasiswa mempelajari secara mendalam implementasi standar internasional ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, serta ISO 45001:2018. Tidak hanya berupa penyampaian teori, kegiatan juga dilengkapi dengan pelatihan internal auditor yang menuntut ketelitian, kemampuan analisis, serta pemahaman menyeluruh terhadap sistem manajemen organisasi.
Yang membuat pelatihan ini semakin menarik adalah keterlibatan langsung mahasiswa dalam praktik audit internal. Para peserta diminta melakukan simulasi pengisian dokumen analisis, penyusunan formulir audit, hingga evaluasi temuan lapangan. Pada tahap berikutnya, mahasiswa bahkan melakukan audit terhadap empat kondisi laboratorium yang berada di lingkungan TRKI. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil audit mereka untuk dianalisis bersama, sehingga mahasiswa dapat memahami proses evaluasi sistem manajemen secara komprehensif sebagaimana dilakukan di dunia industri.
Tidak berhenti pada pendekatan konvensional, kegiatan ini juga memperkenalkan integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran. Teknologi AI dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa melakukan analisis data audit, menyusun dokumen evaluasi secara sistematis, serta menginterpretasikan temuan secara lebih akurat berbasis data digital. Integrasi ini menunjukkan bagaimana teknologi cerdas akan menjadi bagian penting dari sistem manajemen industri di masa depan.
Pengalaman belajar yang komprehensif ini memberikan perspektif nyata kepada mahasiswa tentang bagaimana sistem manajemen mutu, lingkungan, dan keselamatan kerja diterapkan secara profesional di dunia industri. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep ISO secara akademik, tetapi juga belajar bagaimana standar tersebut diterapkan dalam praktik, mulai dari identifikasi risiko hingga proses audit dan evaluasi sistem.
Pada akhirnya, pelatihan ini bukan sekadar proses pembelajaran teknis, melainkan proses pembentukan karakter profesional bagi calon engineer vokasi masa depan. Dari ruang laboratorium TRKI hari ini, lahir generasi muda yang memahami kualitas, keselamatan kerja, keberlanjutan lingkungan, serta inovasi teknologi sebagai fondasi utama pembangunan industri modern.
Dengan dukungan akademisi, praktisi industri, serta ekosistem pembelajaran yang progresif di Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, mahasiswa TRKI kini melangkah lebih percaya diri menuju masa depan industri yang semakin berbasis teknologi, sistem manajemen global, dan kecerdasan buatan. she


