By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: MAJT Jadi Pusat Spirit Gerakan Pelajar Muslim, 7.000 Pelajar Ramaikan Pembukaan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

MAJT Jadi Pusat Spirit Gerakan Pelajar Muslim, 7.000 Pelajar Ramaikan Pembukaan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia

Last updated: 6 Maret 2026 10:21 10:21
Jatengdaily.com
Published: 6 Maret 2026 10:21
Share
Suasana khidmat sekaligus penuh semangat terasa di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, saat ribuan pelajar memadati ruang utama masjid megah tersebut, Kamis (5/3/2026). Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)  — Suasana khidmat sekaligus penuh semangat terasa di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, saat ribuan pelajar memadati ruang utama masjid megah tersebut, Kamis (5/3/2026). Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema sejak pagi, membuka rangkaian Pesantren Ramadan Rohis Indonesia yang digelar selama empat hari, 4–7 Maret 2026.

Sekitar 7.000 pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA hingga SMK dari berbagai sekolah di Kota Semarang hadir mengikuti khatmil Al-Qur’an, dimulai dari Surat Ad-Dhuha hingga An-Nas. Suara bacaan yang bergantian menciptakan atmosfer religius yang kuat, seolah mengawali sebuah gerakan besar pembinaan karakter generasi muda Muslim.

Kegiatan nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Pengurus Pusat Masjid Agung Jawa Tengah. Sebanyak 178 perwakilan Rohani Islam (Rohis) dari seluruh Indonesia turut ambil bagian, termasuk 31 peserta dari wilayah Jawa Tengah. Mereka telah hadir sejak Rabu (4/3/2026) untuk mengikuti rangkaian program pesantren Ramadan.

Acara pembukaan secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin. Dalam sambutannya, ia mengaku haru melihat semangat para pelajar yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia.

“Saya ingin mengekspresikan rasa syukur, haru, dan bangga melihat ananda sekalian yang begitu bersemangat untuk berjejaring, berorganisasi, dan terus mencari versi terbaik dari dirinya masing-masing untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya di hadapan ribuan peserta.

Ia pun mendoakan para pelajar yang tergabung dalam Rohis agar kelak tumbuh menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. “Saya doakan insya Allah kalian nanti akan menjadi pemimpin yang baik, yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kamaruddin juga berbagi kisah pengalamannya saat melakukan penelitian di Jepang beberapa tahun lalu. Saat mengunjungi sejumlah sekolah menengah di negara tersebut, ia menemukan bahwa pendidikan karakter di Jepang tidak diajarkan melalui mata pelajaran agama, melainkan melalui pendidikan moral.

Menurutnya, pendidikan moral menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter masyarakat Jepang. “Pendidikan moral menjadi instrumen yang sangat fundamental dalam membentuk karakter masyarakat Jepang hingga hari ini,” jelasnya.

Ia menyebut dua nilai utama yang diajarkan sejak dini di sana, yaitu mencintai diri sendiri dan mencintai orang lain. “Mencintai diri sendiri berarti melakukan berbagai hal untuk menambah nilai dalam diri kita, meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.

Nilai kedua adalah kepedulian terhadap sesama. Dalam budaya Jepang, membantu orang lain justru menjadi sumber kebahagiaan.

“Di Jepang, membantu orang lain menjadi sumber kebahagiaan. Karena sejak kecil mereka diajarkan untuk mencintai orang lain, sehingga tidak ada rasa iri, dendam, atau kebencian,” katanya.

Pesan tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat kegiatan Rohis yang mendorong generasi muda Muslim untuk membangun karakter kuat, peduli, dan berdaya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI, M. Munir, melaporkan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan karakter pelajar Muslim di Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa jumlah siswa Muslim di tingkat SMA di Indonesia saat ini mencapai sekitar 8.716.000 orang. Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya program pembinaan keagamaan yang terarah bagi generasi muda.

“Selama empat hari ini kami melaksanakan Pesantren Rohis Indonesia yang diikuti 178 perwakilan dari seluruh Indonesia, termasuk 31 peserta dari Jawa Tengah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Ahmad Izzuddin yang mewakili Ketua Pengurus Pusat MAJT, Prof. Dr. Noor Ahmad, menyampaikan apresiasi atas kembali digelarnya kegiatan tersebut di Masjid Agung Jawa Tengah.

“Atas nama pengurus Masjid Agung Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih. Alhamdulillah kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia kembali digelar di MAJT untuk yang keempat kalinya secara berturut-turut,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran ratusan pengurus Rohis dari seluruh Indonesia membawa suasana religius sekaligus kesejukan bagi lingkungan masjid dan Kota Semarang selama Ramadan.

Menurutnya, selama bulan suci ini MAJT juga menggelar berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari salat tarawih dengan gaya khas Masjid Nabawi, kajian “Kurma” (Kupasan Ramadan) pada sore hari, hingga kajian kitab kuning yang menghadirkan para pakar dari berbagai bidang.

“Kehadiran Rohis se-Indonesia ini menjadi kontribusi nyata dalam upaya membawa generasi muda menuju pemahaman agama yang lebih baik dan rahmatan lil ‘alamin,” katanya.

Tak hanya berisi ceramah dan pembinaan organisasi, kegiatan ini juga meluncurkan program Wakaf Rohis Indonesia serta Animasi Murotal (Amur), yakni video animasi Al-Qur’an yang dikembangkan oleh Universitas Dian Nuswantoro bekerja sama dengan Kementerian Agama.

Program Wakaf Rohis Indonesia diharapkan dapat memperkuat literasi wakaf di kalangan pelajar sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam penguatan ekonomi umat.

Rangkaian pembukaan ditutup dengan kegiatan simbolis yang sarat makna: penanaman 70 pohon kelengkeng di lingkungan Masjid Agung Jawa Tengah. Program ini digagas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup.

Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari pendekatan ekoteologi—sebuah gagasan yang menghubungkan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Bibit pohon yang dibagikan kepada para peserta pun akan dibawa kembali ke daerah masing-masing untuk ditanam di lingkungan sekolah. Sebuah simbol bahwa semangat Ramadan tidak hanya berhenti di masjid, tetapi juga tumbuh dan berakar di tanah-tanah sekolah di seluruh Indonesia. St

You Might Also Like

Smartfren Komitmen Dukung Polri Wujudkan Pemilu Damai 2024
Pameran Tanaman Hias Aglonema di Semarang Jadi Pelecut Pertumbuhan Ekonomi
Minta Didoakan, Ibu Hamil di Lampung Ngidam Ketemu Ganjar
Capai Pertumbuhan Bisnis Teknologi Informasi dan Shared Services, SISI Raih BUMN Entrepreneurial Marketing Awards 2024
SKK Migas – KKKS Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Gelar Workshop Teknologi dan Pemanfaatan Gas
TAGGED:7.000 Pelajarasjid Agung Jawa Tengah SemarangJadi Pusat Spirit Gerakan Pelajar MuslimMAJTRamaikan Pembukaan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?