By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mengangkat Kejujuran Samin dalam Pemerintahan, Bupati Blora Raih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mengangkat Kejujuran Samin dalam Pemerintahan, Bupati Blora Raih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

Last updated: 10 Januari 2026 14:06 14:06
Jatengdaily.com
Published: 10 Januari 2026 14:06
Share
Bupati Blora Arief Rohman memakaikan iket kepala samin kepada Sujiwo Tejo salah satu Dewan Juri usai Presentasi di ruang pertemuan PWI Pusat, lantai 4, Jumat (9/1/2016). Foto:dok
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Kepedulian Bupati Blora Arief Rohman terhadap akar budaya masyarakatnya mendapat apresiasi tinggi dari Dewan Juri Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK PWI) Pusat.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam sesi presentasi penilaian yang digelar di Gedung PWI Pusat lantai 4, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Di hadapan lima Dewan Juri AK PWI Pusat 2026, Arief Rohman dinilai berhasil menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan kebudayaan daerah secara inklusif, khususnya budaya Samin yang telah lama hidup dan mengakar di Kabupaten Blora.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menilai sikap Arief Rohman sebagai kepala daerah patut diapresiasi karena berani merawat identitas budaya daerahnya dengan penuh kebanggaan.

“Mas Arief ini seorang Gus, sementara masyarakatnya dikenal dengan budaya Samin. Tapi beliau justru mengangkat dan menerapkan nilai-nilai budaya Samin ke dalam pemerintahannya. Bahkan tidak malu mengakui Blora itu Samin. Ini menarik dan jarang dilakukan,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan, salah satu nilai utama yang menonjol dari budaya Samin adalah kejujuran. Nilai tersebut, menurut Yusuf, telah diinternalisasikan dalam tata kelola pemerintahan daerah.

“Kejujuran masyarakat Samin ini diterapkan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Harapannya, aparatur bekerja jujur apa adanya dan tidak menyalahgunakan wewenang,” imbuhnya.

Atas kepedulian dan konsistensinya dalam memajukan budaya lokal, Dewan Juri menetapkan Bupati Blora Arief Rohman sebagai salah satu kepala daerah penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026.

Penghargaan tersebut akan diserahkan dalam bentuk Trofi Abyakta dan piagam pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Banten, 9 Februari mendatang.

Penetapan tersebut diputuskan oleh lima Dewan Juri yang berasal dari kalangan seniman, budayawan, akademisi, hingga insan pers nasional, yakni Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, dan Yusuf Susilo Hartono. Penilaian dilakukan sesuai tema AK PWI Pusat 2026, “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers”, sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Nomor 538/PWI-P/LXXXIX/I/2026.

Dalam sesi tersebut, pengamat dan penulis seni budaya Agus Dermawan T turut memberikan masukan agar Pemerintah Kabupaten Blora berani menetapkan busana Samin sebagai pakaian adat daerah.

“Pakaian Samin itu punya kekhasan tersendiri. Bisa ditetapkan saja sebagai pakaian adat Blora,” ujarnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Arief Rohman menyampaikan akan berkoordinasi dengan tim dan pemangku kepentingan terkait demi kemajuan kebudayaan Blora yang berkelanjutan.

“Syukur Alhamdulillah, terima kasih kepada Dewan Juri, tim penyusun, PWI Blora, dan PWI Jawa Tengah yang selama ini mendampingi. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Insyaallah kami akan hadir di puncak HPN 2026 di Banten untuk menerima Trofi Abyakta dan piagam penghargaan AK PWI Pusat,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Arief Rohman menegaskan bahwa Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 bukan sekadar penghargaan, melainkan momentum penting untuk menegaskan bahwa pelestarian budaya dan kebebasan pers dapat berjalan beriringan.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi pemerintah daerah, insan pers, budayawan, dan seluruh masyarakat Blora untuk terus bersinergi mewujudkan pembangunan yang berakar pada nilai budaya, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. Sunarto

You Might Also Like

Presiden Jokowi Tinjau Penyerahan Bantuan Sosial di Kantor Pos Kepulauan Aru
Juarai Piala AFF U-16, Timnas U-16 Dapat Bonus Rp 1 Milyar dari Presiden
Usai Petik Sayur, Lima Santri & Satu Pengasuh Ponpes Tewas Tenggelam di Bekas Galian C
GM Telkom Witel Semarang Jateng Utara Raih “Semarang for Impact” di Ajang Semarang Marketing Festival 2025
Sebanyak 1.168 Narapidana Buddha Dapat Remisi Khusus di Hari Raya Waisak
TAGGED:Bupati Blora Arief RohmanTak Malu Mengaku SaminTuai Apresiasi Dewan Juri AK PWI Pusat
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?