DEMAK (Jatengdaily.com)– SD Negeri Bintoro 16 Demak menghadapi tantangan berat pada Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Dari kuota 28 peserta didik yang disediakan, sekolah hanya memperoleh tiga murid baru. Kondisi ini menjadi potret menurunnya jumlah pendaftar yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa. Para guru tetap memberikan layanan pendidikan secara optimal, sementara siswa mengikuti pembelajaran dengan suasana yang kondusif. Keterbatasan jumlah murid tidak menjadi alasan bagi sekolah untuk menurunkan kualitas proses belajar.
Untuk menarik minat masyarakat, sekolah telah menempuh berbagai cara. Selain melakukan sosialisasi ke sejumlah taman kanak-kanak, pihak sekolah juga mendatangi rumah calon peserta didik secara langsung. Bahkan, sekolah menawarkan bantuan berupa seragam dan sepatu gratis bagi siswa yang mendaftar.
Namun berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil sesuai harapan. Rendahnya jumlah peserta didik baru menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi sekolah di tengah semakin ketatnya persaingan antarlembaga pendidikan.
Di sisi lain, SDN Bintoro 16 sebenarnya memiliki rekam jejak akademik yang cukup baik. Dalam beberapa tahun terakhir, para lulusannya mampu bersaing dengan sekolah lain di Kabupaten Demak. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diraih siswa juga menunjukkan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut tetap terjaga.
Guru SDN Bintoro 16, Sri Sofiyati menegaskan, sedikitnya jumlah murid tidak menyurutkan semangat para pendidik dalam menjalankan tugasnya.
“Kami tetap memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik. Jumlah siswa memang sedikit, tetapi perhatian kepada setiap anak justru bisa lebih maksimal sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Plt Kepala SDN Bintoro 16, Muasiroh, mengatakan persoalan minimnya peserta didik baru bukan hanya terjadi tahun ini. Menurutnya, tren penurunan jumlah pendaftar sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir karena dipengaruhi berbagai faktor.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin, mulai sosialisasi ke TK, mendatangi calon siswa dari rumah ke rumah, hingga memberikan fasilitas seragam dan sepatu gratis. Kami berharap ke depan dukungan masyarakat kembali meningkat sehingga SDN Bintoro 16 dapat menjadi pilihan orang tua untuk menyekolahkan putra-putrinya,” tutur Muasiroh.
Ia menambahkan, sekolah akan terus mempertahankan kualitas pendidikan dan meningkatkan pelayanan kepada peserta didik. Dengan dukungan seluruh pihak, SDN Bintoro 16 optimistis mampu kembali menarik minat masyarakat dan bangkit pada penerimaan murid baru di tahun-tahun mendatang. rie-she


