MGMP PAI-BTQ Demak Dorong Pemanfaatan Modul BTQ, Teknologi, dan Penilaian Autentik

3 Min Read
Workshop Optimalisasi Pembelajaran PAI-BTQ melalui Integrasi Teknologi dan Deep Learning Pedagogy yang digelar di BBPMP Provinsi Jawa Tengah, pada 13–14 Januari 2026.Foto:dok

Transformasi pembelajaran PAI di era digital: dari literasi Al-Qur’an hingga evaluasi berbasis karakter

DEMAK (Jatengdaily.com) — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam dan Baca Tulis Al-Qur’an (PAI-BTQ) SMP Kabupaten Demak terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan modul BTQ, integrasi teknologi digital, dan penerapan penilaian autentik yang terstandar.

Hal tersebut mengemuka dalam Workshop Optimalisasi Pembelajaran PAI-BTQ melalui Integrasi Teknologi dan Deep Learning Pedagogy yang digelar di BBPMP Provinsi Jawa Tengah, pada 13–14 Januari 2026.

Workshop Optimalisasi Pembelajaran PAI-BTQ melalui Integrasi Teknologi dan Deep Learning Pedagogy yang digelar di BBPMP Provinsi Jawa Tengah, pada 13–14 Januari 2026.Foto:dok

Modul BTQ Sebagai Panduan Literasi Qur’ani
Sekretaris MGMP PAI SMP, Parjono, menjelaskan bahwa modul Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) tidak hanya berfungsi sebagai bahan ajar, tetapi juga sebagai panduan sistematis untuk meningkatkan kompetensi literasi Al-Qur’an siswa secara bertahap dan berkelanjutan.

“Guru diharapkan mampu menyesuaikan modul BTQ dengan kondisi, kemampuan, dan kebutuhan peserta didik di sekolah masing-masing, agar pembelajaran Al-Qur’an menjadi lebih kontekstual dan bermakna,” ujarnya.

Teknologi untuk Menyentuh Dimensi Spiritual

Ketua MGMP PAI SMP, Syaekuddin, menambahkan bahwa teknologi menjadi jembatan penting dalam memperkaya pengalaman belajar Pendidikan Agama Islam.

“Teknologi membantu guru menampilkan materi-materi abstrak seperti sejarah Islam dan konsep alam barzakh secara visual, sehingga mudah dipahami siswa,” jelasnya.

Selain itu, media digital juga efektif untuk membuat video tutorial gerakan shalat, wudhu, dan manasik haji, yang membutuhkan simulasi ibadah secara rinci dan realistis.

Dengan dukungan teknologi, guru dapat menjaga fokus pembelajaran klasikal dan memastikan semua siswa terlibat aktif.

Penilaian Autentik: Mengukur dengan Hati dan Data

Pengawas PAI SMP, Endah Sulistyowati menegaskan bahwa penilaian autentik wajib diterapkan oleh setiap guru PAI. Penilaian ini harus disertai rubrik objektif dan terukur agar guru memiliki pedoman yang jelas dalam menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.

“Rubrik bukan sekadar alat administrasi, tetapi jalan menuju penilaian yang adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Kolaborasi, Kunci Sukses Pendidikan Berkarakter

Lebih lanjut, kegiatan ini menekankan pentingnya sinergi antara guru PAI, kepala sekolah, wali kelas, komite, dan orang tua. Kolaborasi lintas pihak menjadi fondasi utama dalam menyukseskan program dan kegiatan keagamaan di sekolah.

MGMP PAI-BTQ berharap, dengan dukungan modul BTQ yang aplikatif, teknologi pembelajaran yang inovatif, serta penilaian autentik yang objektif, pembelajaran PAI di SMP dapat semakin bermakna, kontekstual, dan berdampak nyata terhadap pembentukan karakter peserta didik.

Guru Harus Berani Tampil dan Terus Belajar

Menutup kegiatan, Pengawas PAI, Elok Silvana memberikan motivasi agar guru PAI berani tampil dan berkompetisi dalam berbagai ajang seperti PAI Fair dan lomba inovasi pembelajaran.

“Semakin banyak yang ikut, semakin besar peluang. Mau belajar, jangan takut mencoba. Saya yang sudah senior saja masih terus belajar, apalagi kalian yang muda,” tuturnya disambut tepuk tangan peserta. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.