By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: MPWK FT Unissula Siapkan KKL dan Studi Pengelolaan Pesisir Terpadu di Provinsi Banten
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

MPWK FT Unissula Siapkan KKL dan Studi Pengelolaan Pesisir Terpadu di Provinsi Banten

Jatengdaily.com
Published: 4 November 2026 05:52
Share
Rapat persiapan KKL/Praktik Perencanaan Perkotaan di Provinsi Banten. Foto: Dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) — Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang tengah bersiap menggelar kegiatan akademik Kuliah Kerja Lapangan (KKL) atau Praktik Perencanaan Perkotaan di Provinsi Banten.

Agenda strategis ini mengusung tema “Integrated Coastal Zone Management” (Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu) dan akan diikuti oleh 25 mahasiswa pascasarjana.

Dosen pengampu mata kuliah Praktik Perencanaan Perkotaan, Dr. Ir. Abied Rizky Putra Muttaqien, S.T., M.T., M.PWK, menyampaikan bahwa kunjungan studi ini difokuskan untuk mengkaji secara langsung pengelolaan pembangunan di wilayah pesisir Provinsi Banten.

“Kegiatan ini dirancang agar mahasiswa mampu memahami kompleksitas dinamika kawasan pesisir, baik dari aspek ekologi, tata ruang, sosial, maupun ekonomi, melalui pendekatan Integrated Coastal Zone Management secara komprehensif,” ujar Dr. Abied.

Sesuai dengan matriks perencanaan akademik, rangkaian kunjungan studi di Provinsi Banten akan diawali dengan agenda Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Banten.

Diskusi ini menghadirkan narasumber dari jajaran pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan lintas sektor untuk memetakan kerangka kebijakan lokal, tantangan spasial, dan sinergi kelembagaan.

Setelah sesi FGD selesai, agenda dilanjutkan dengan kegiatan observasi dan survei lapangan mendalam di dua pusat aktivitas utama. Lokasi pertama adalah Kawasan Cagar Budaya Banten Lama, yang menyimpan sejarah panjang peradaban serta pusaka arsitektur pesisir.

Lokasi kedua adalah Kawasan Pesisir dan Pelabuhan Karangantu, yang menjadi simpul kegiatan perikanan, kebaharian, dan mobilitas ekonomi warga.

Ketua Program Studi S2 MPWK UNISSULA, Dr. Ir. Mohammad Agung Ridlo, M.T., menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis realitas bagi mahaiswa. Sebagai wadah pendidikan pascasarjana, MPWK FT UNISSULA terus berkomitmen menghasilkan lulusan berkeahlian tinggi, berwawasan lingkungan, serta berbasis nilai-nilai Islam dalam bidang tata kota, perencanaan wilayah, hingga pengembangan kawasan pesisir dan perdesaan.

Berpijak pada komitmen tersebut, dalam rapat persiapan, Dr. Agung Ridlo menekankan bahwa pembelajaran di jenjang magister tidak boleh berhenti pada ruang perkuliahan teoretis semata, melainkan wajib diuji melalui pencermatan isu-isu nyata di masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu mengenali dan menganalisis persoalan yang terjadi berdasarkan teori serta referensi yang relevan. Selain itu, kegiatan ini penting untuk memahami secara langsung peran berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), hingga Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Banten dalam tata kelola wilayah,” tegas Dr. Agung Ridlo.

Selanjutnya perwakilan mahasiswa MPWK FT UNISSULA, Hermansyah, Ar., menyatakan bahwa seluruh persiapan teknis maupun administratif telah dirancang dengan matang jauh hari sebelum keberangkatan.

“Persiapan kami sudah siap, mulai dari penyusunan proposal kegiatan FGD, checklist data instansional, hingga skema inventarisasi data melalui observasi langsung di kawasan Banten Lama dan pesisir Karangantu. Kami juga bersiap menjaring aspirasi serta informasi melalui wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh masyarakat guna melihat keterlibatan dan peran aktif masyarakat setempat,” ungkap Hermansyah.

Dalam pelaksanaan observasi dan studi di lapangan, seluruh peserta akan didampingi oleh dua dosen pembimbing, yaitu Dr. Ir. Abied Rizky Putra Muttaqien, S.T., M.T., M.PWK dan Dr. Ir. Mohammad Agung Ridlo, M.T., serta staf akademik Siti Rohayati. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan analisis serta penggalian data berjalan sistematis dan komprehensif.

Sebagai penutup, Dr. Agung Ridlo menambahkan bahwa melalui sinergi antara kajian literatur ilmiah, diskusi kelembagaan, dan penggalian fakta lapangan ini, kegiatan Praktik Perencanaan Perkotaan diharapkan mampu melatih proses berpikir para mahasiswa pascasarjana dalam menganalisis serta merumuskan rekomendasi tata ruang pesisir.

Rekomendasi tersebut diarahkan untuk menyelaraskan tiga pilar utama: perlindungan warisan budaya, konservasi ekosistem lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. St

You Might Also Like

Tim PkM USM Beri Pelatihan Pembuatan Foto Produk untuk Promosi di Media Sosial
PTN atau PTS Sama Saja, Asal Tepat Pilih Jurusan
Prof. Sudharto: Keberhasilan Pariwisata Diukur dari Manfaat Ekonomi untuk Warga
BINUS @Semarang Gelar SEWUNARA x Semarang IP Summit, Wali Kota Agustina Dorong Kreativitas Anak Muda
Dokter Eko Krisnarto Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum di Untag Semarang, Sampaikan Disertasi tentang Pertanggungjawaban Rumah Sakit
TAGGED:di Provinsi BantenMPWK FT UnissulaSiapkan KKLStudi Pengelolaan Pesisir Terpadu
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?