By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Panen Inpari 32 di Desa Truko, BULOG Semarang Siap Serap Hasil Gabah Petani
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Panen Inpari 32 di Desa Truko, BULOG Semarang Siap Serap Hasil Gabah Petani

Last updated: 28 Februari 2026 05:18 05:18
Jatengdaily.com
Published: 28 Februari 2026 05:17
Share
Dirut Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal dan pimpinan perum Bulog Cabang Semarang Rendy Ardiansyah di Desa Truko, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, dilakukan dalam rangka panen padi. Foto: dok
SHARE

KABUPATEN SEMARANG (Jatengdaily.com)– Kunjungan Direktur Utama (Dirut) Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani ke Desa Truko, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, dilakukan dalam rangka panen padi varietas Inpari 32 dengan luasan lahan kurang lebih 200 hektare, Jumat (27/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama Perum BULOG didampingi Pimpinan Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, serta Pimpinan Perum BULOG Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama memastikan kesiapan BULOG dalam menyerap hasil panen petani.

Di lokasi panen, kondisi tanaman padi terlihat sehat dan telah memasuki usia panen. Tim Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang turut melakukan pengecekan menyatakan bahwa gabah sudah siap dipanen dan tidak ditemukan serangan hama. Kondisi ini menjadi kabar baik sekaligus berkah bagi para petani Desa Truko, kata Ahmad Rizal.

Selain itu, hamparan sawah di Desa Truko memiliki kontur terasering dengan akses jalan yang naik turun. Kondisi tersebut membuat proses panen tidak memungkinkan menggunakan alat panen modern seperti combine harvester, tuturnya.

“Bukannya kami tidak mau membawa alat panen combine, tetapi alatnya tidak bisa masuk. Jalannya naik turun, dikhawatirkan justru tidak bisa beroperasi karena medan terlalu tinggi,” imbuhnya.

Karena keterbatasan akses tersebut, proses panen dilakukan secara manual menggunakan alat pemotong sederhana. Hal ini ditegaskan bukan karena ketiadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), melainkan murni disebabkan kondisi geografis lahan, ujarnya.

Dalam kesempatan itu, BULOG menyatakan kesiapan menyerap gabah petani dengan berbagai kualitas selama masih dalam masa usia panen. Namun, panen tetap harus mengikuti rekomendasi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) terkait lahan mana yang telah memenuhi kriteria usia panen.

”Diharapkan, produksi padi di Jawa Tengah tahun ini dapat mendukung pencapaian target 4 juta ton setara beras sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional,” pungkasnya.  she

 

You Might Also Like

Giliran Bek Soni Setiawan Dilepas PSIS Semarang
Pesona Pujatim Batursari Mranggen Jadi Kampung Juara
Membuat RPP Berbasis Digital, Semudah Posting di Medsos
Genjot PAD dari Sektor Wisata, Pemkot Semarang akan Hidupkan Tempat-tempat Bersejarah
Dosen UNIPI Tangerang Istajib Raih Doktor dari PDIM FE Unissula
TAGGED:BULOG SemarangPanen Inpari 32
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?