By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Peringati HSN 2026, Ahmad Luthfi Ajak 555 Ribu Santri Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Peringati HSN 2026, Ahmad Luthfi Ajak 555 Ribu Santri Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan

Jatengdaily.com
Published: 22 Oktober 2026 09:59
Share
Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Kamis 22 Oktober 2026. Foto: Humas Prov Jateng
SHARE

TEGAL (Jatengdaily.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mangajak 555 ribu santri di wilayahnya mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah, terutama melalui kewirausahaan dan pengentasan kemiskinan.

Hal itu disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Kamis 22 Oktober 2026.

Menurut Luthfi, semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 harus terus dilanjutkan sesuai tantangan zaman. Jika dahulu santri berjuang melawan penjajah, kini perjuangan tersebut diwujudkan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Para santri harus mampu menjadi benteng terakhir dan garda terdepan dalam membangun daerahnya, mulai dari kabupaten hingga provinsi. Dengan cara apa? Menyejahterakan masyarakat dengan mengurangi angka kemiskinan,” ujarnya.

Luthfi mengatakan, angka kemiskinan Jawa Tengah saat ini sebesar 9,21 persen atau sekitar 3,6 juta jiwa. Pemprov Jateng terus melakukan berbagai upaya untuk mengentaskan kemsikinan di wilayahnya. Namun, upaya itu butuh kolaborasi dari berbagai pihak.

Karena itu, keberadaan ratusan ribu santri yang tersebar di ribuan pondok pesantren dinilai menjadi potensi besar untuk mendukung pembangunan ekonomi, termasuk melahirkan santri yang mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jateng menjalankan program Pesantren Obah yang dinahkodai Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dengan melibatkan Kementerian Agama dan berbagai pihak terkait.

Program itu mencakup beasiswa pendidikan, bantuan pondok pesantren, pengembangan usaha santri, hingga insentif guru madrasah diniyah (madin).

“Provinsi Jawa Tengah telah memberikan beasiswa kepada 488 santri, termasuk santri penggerak. Kita juga memberikan beasiswa kepada santri untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, seperti Yaman, Mesir, dan negara lainnya, sebanyak 58 santri,” katanya.

Selain itu, Pemprov Jateng juga melanjutkan program insentif guru agama yang pada 2025 menjangkau 230.830 penerima dengan total anggaran sekitar Rp277 miliar.

Dalam rangkaian upacara tersebut, Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen juga menyerahkan bantuan renovasi kepada empat pondok pesantren di Kota Tegal, masing-masing Rp25 juta.

Bantuan diberikan kepada Ponpes Al Munawarroh Margadana, Nurul Ma’arif, Insan Tebuireng, dan Mambaul Ulum. Selain itu, diserahkan insentif bagi 1.390 pengajar keagamaan senilai Rp834 juta, serta bantuan 300 paket sembako.

Total bantuan renovasi dan insentif pengajar keagamaan mencapai Rp934 juta, belum termasuk nilai paket sembako.

Di sisi lain, Luthfi juga meminta para santri ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, stabilitas daerah menjadi salah satu syarat penting bagi keberhasilan pembangunan, terlebih di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.

“Potensi ini harus kita kelola dan kita gandeng untuk menjadi cooling system, atau penyejuk di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap santri tidak hanya memiliki kemampuan di bidang agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan lain, serta memiliki kepedulian sosial untuk menjawab tantangan zaman.

“Para santri harus mempunyai kebanggaan dalam dirinya untuk ikut membangun bangsa,” tandasnya. she 

You Might Also Like

Wawali Kagumi Bu Meni, Sosok di Balik Penyelundup Senjata untuk Pejuang
Shayne Pattynama Resmi Menjadi WNI, Perkuat Timnas
HUT Bhayangkara Dirayakan Bareng Sedekah Bumi
Selamatkan Garis Pantai, Polda Jateng ‘Mageri Segara’
Peta Zonasi Patuh Protokol Kesehatan Meningkat
TAGGED:Hari Santri
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?