SEMARANG (Jatengdaily.com) – Empat mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang tergabung dalam program Prigel, Al Rassyid Agsa Cahya Maulana,
Fadilla Hersanti, Faris Zida Nur Isham, dan
Rana Bagus Pambudi menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk ANIMPACT di SMK NU Ungaran.
Fadilla Hersanti,salah seorang mahasiswa Unnes mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja magang mahasiswa selama enam bulan.
ANIMPACT bertujuan untuk memberikan wawasan serta pengalaman praktis kepada para siswa mengenai dunia animasi, desain karakter, dan persiapan memasuki pendidikan lanjutan maupun industri kreatif.
Pemilihan SMK NU Ungaran sebagai mitra pelaksanaan ANIMPACT berawal dari komunikasi media sosial antara mahasiswa dan Ketua OSIS SMK NU Ungaran, yang juga merupakan siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Dari komunikasi tersebut, terungkap bahwa materi animasi 2D dan desain karakter belum diajarkan secara khusus di sekolah tersebut.
Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa UNNES untuk memperkenalkan proses dasar pembuatan animasi dua dimensi (2D), desain karakter, hingga strategi penyusunan dan presentasi portofolio karya.
“Pembekalan portofolio ini penting bagi siswa sebagai persiapan mencari peluang magang maupun menembus dunia kerja di industri kreatif.” ujar Fadilla.
Dilaksanakan dalam Tiga Pertemuan
Program ANIMPACT dirancang dalam tiga kali pertemuan, yaitu pada 4, 11, dan 18 September 2026, dengan melibatkan 33 siswa kelas XII DKV 1 SMK NU Ungaran. Setiap pertemuan mengusung materi yang berbeda dan terbagi ke dalam tiga sesi utama:
Persona Room (Pengembangan Karakter)
Motion Room (Dasar Pergerakan/Animasi)
Future Room (Persiapan Portofolio dan Karier Masa Depan)
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.
“Kami tidak keberatan jika jam pelajaran digunakan untuk program dari mahasiswa ini karena materi yang disampaikan memang belum diajarkan,” ujar Ali, guru pengampu mata pelajaran Desain Program Digital.
Ali juga mengungkapkan bahwa para siswa cukup cepat memahami materi yang diberikan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan tambahan dan pembelajaran rutin di kelas agar siswa tidak tertinggal materi pelajaran lainnya.
Berbekal Pengalaman Industri
Seluruh mahasiswa pengusung program ANIMPACT saat ini sedang menjalani kegiatan magang di D4NDIN Animation Studio. Pengalaman langsung di lingkungan industri kreatif inilah yang menjadi landasan utama dalam penyusunan materi pembelajaran.
Alhasil, materi tidak hanya berfokus pada teori, melainkan juga memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan, alur kerja, dan keterampilan yang relevan di dunia kerja.
Selama kegiatan berlangsung, sekitar 90% siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Pembelajaran dimaksimalkan dengan memanfaatkan aplikasi ibisPaint X pada perangkat smartphone, sehingga seluruh peserta dapat langsung mempraktikkan teori yang didapatkan secara real-time.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dan karya terbaik yang dihasilkan, para mahasiswa UNNES juga memberikan hadiah kepada sejumlah siswa. Karya-karya yang dikumpulkan mencerminkan potensi besar dan kreativitas siswa yang diharapkan dapat terus berkembang melalui pendampingan serta motivasi yang berkelanjutan.
Melalui program ANIMPACT, para mahasiswa UNNES berharap dapat memperluas wawasan siswa SMK NU Ungaran mengenai dunia animasi dan desain karakter, sekaligus membuka gambaran peluang pendidikan, magang, dan karier masa depan di industri kreatif. St



