Ilustrasi. Foto: Humas

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang saat ini tengah mengusahakan semua aset lahan milik Pemkot agar bersertifikat.

Hingga kini, masih 30 persen lebih dari total 3.283 aset lahan Pemkot yang belum bersertifikat. 30 persen aset lahan tersebut masih dalam proses sertifikasi melalui program Pendaftran Tanah Sistemastis Lengkap (PTSL).

Diterangkan Kabid Aset Daerah Badan Pengelolaan, Keuangan, Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang, Sutanto, aset lahan milik Pemkot yang sudah bersertifikat di angka 1.900.

Bidang tanah milik Pemkot yang sudah memiliki sertifikat sudah 70 persen dari total aset yang ada. “Tentunya akan terus kami kejar agar semua bersertifikat,” jelasnya, dilansir, Kamis (12/8/2021).

Untuk menuntaskan sertifikasi aset lahan, diterangkan Sutanto, Pemkot menggandeng BPN.

“Baik aset jalan, maupun penguasaan bidang lahan memang harus bersertifikat, karena aturan terbaru menyebutkan demikian,” paparnya.

Ia juga merinci, terdapat 1.012 jalan milik Kota Semarang yang sudah diakui secara hukum.“Kalau ditotal semua jalan di Kota Semarang sekitar 22 ribu, namun milik Pemkot yang sudah terdata 1.012.

Sisa dari total jalan tersebut merupakan jalan lingkungan ataupun jalan kampung,” imbuhnya. Ia menambahkan, tidak ada kendala dalam pengurusan sertifikat aset lahan milik Kota Semarang. “Misalnya bengkok, yang tahu kan orang-orang dulu. Namun ini bisa diselesaikan dengan dibantu tokoh masyarakat setempat saat pengukuran batas. Kalau ditempati orang, belum ada kendala,” tambahnya. She