SUKOHARJO (Jatengdaily.com)- Program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dilakukan Dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim II Tahun Akademik 2025/2026 berlanjut melalui kegiatan sosialisasi penguatan komunikasi digital dan digital branding di wilayah Grajegan, Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari survei dan pemetaan awal yang sebelumnya dilakukan oleh mahasiswa KKN bersama dosen pembimbing lapangan. Pelaku UMKM yang telah teridentifikasi dalam tahap awal kemudian diundang untuk mengikuti sosialisasi dan memperoleh pemahaman lebih lanjut mengenai pemanfaatan komunikasi digital dalam mendukung pengembangan usaha.
Sosialisasi menjadi tahap lanjutan untuk memperdalam hasil pemetaan yang telah dilakukan. Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM diajak mendiskusikan kondisi komunikasi usaha yang selama ini dilakukan, pemanfaatan media digital, serta berbagai peluang yang dapat dikembangkan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen.
Dosen Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Irene Syebatia Bumi, M.I.Kom., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, mengatakan bahwa kegiatan lanjutan tersebut disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang ditemukan pada tahap survei awal.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari survei yang sebelumnya dilakukan mahasiswa. Dari proses awal tersebut, kami memperoleh gambaran mengenai kondisi dan kebutuhan komunikasi masing-masing UMKM. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan materi dan bentuk pendampingan berikutnya,” ujar Irene.
Menurutnya, pelibatan kembali UMKM yang telah mengikuti proses pemetaan memungkinkan kegiatan pendampingan dilakukan secara lebih terarah.
“Kami ingin pendampingan ini berproses. Setelah mengetahui kondisi UMKM, tahap berikutnya adalah memberikan pemahaman yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka, kemudian dilanjutkan dengan praktik dan pendampingan. Jadi, ada kesinambungan antara survei, sosialisasi, dan kegiatan berikutnya,” jelasnya.
Dalam sosialisasi, pelaku UMKM memperoleh pemahaman mengenai pentingnya komunikasi digital dalam membangun hubungan dengan konsumen. Pembahasan diarahkan pada bagaimana pelaku usaha dapat menyampaikan informasi mengenai produk secara jelas, membangun identitas usaha, serta memanfaatkan media digital secara lebih terarah.
Peserta juga diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman dan kendala yang selama ini dihadapi dalam memanfaatkan media digital. Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena memungkinkan materi disesuaikan dengan kondisi nyata yang dialami pelaku UMKM.
Salah satu pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan menyampaikan bahwa sosialisasi memberikan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi dalam memperkenalkan produk.
“Sebelumnya kami lebih banyak fokus pada produk dan penjualan. Dari kegiatan ini kami jadi memahami bahwa cara menyampaikan informasi tentang produk juga penting, terutama ketika menggunakan media digital,” ungkap salah satu pelaku UMKM peserta kegiatan.
Pelaku UMKM juga berharap pendampingan dapat terus dilakukan agar pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha. “Kami berharap ada pendampingan berikutnya sehingga apa yang sudah disampaikan bisa langsung dicoba dan kami bisa mengetahui apa yang masih perlu diperbaiki,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari rangkaian pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan secara bertahap selama periode KKN. Setelah survei dan pemetaan awal, program dilanjutkan melalui sosialisasi dan penguatan pemahaman sebelum memasuki tahap penerapan dan pendampingan yang lebih praktis.
Irene menegaskan bahwa proses tersebut dirancang agar kegiatan pengabdian tidak berhenti pada satu kali pertemuan. “Kami berharap proses ini tidak berhenti pada sosialisasi. Setelah mendapatkan pemahaman, UMKM akan kami dampingi dalam menerapkannya sesuai dengan kondisi usaha masing-masing. Dengan proses bertahap seperti ini, kami dapat melihat perkembangan sekaligus menyesuaikan pendampingan dengan kebutuhan mereka,” tutur Irene.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, dosen dan mahasiswa KKN berupaya membangun pendampingan yang berkelanjutan bagi UMKM di Tawangsari. Interaksi yang dilakukan secara bertahap diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperkuat komunikasi, membangun identitas usaha, dan mengoptimalkan pemanfaatan media digital sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Program pendampingan selanjutnya akan dilaksanakan berdasarkan hasil sosialisasi dan kebutuhan yang ditemukan selama proses interaksi dengan UMKM. Dengan demikian, setiap tahapan kegiatan menjadi bagian yang saling terhubung dalam upaya mendukung penguatan kapasitas UMKM di wilayah Grajegan, Tawangsari.
Rangkaian pendampingan UMKM di Tawangsari diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya program pemberdayaan yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilanjutkan melalui pendampingan, diskusi, dan penguatan kapasitas sesuai kebutuhan UMKM, sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang dan kerja sama antara perguruan tinggi dengan masyarakat terus berkembang. she



