By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: PNJ Kampus Demak Dorong Pantai Glagah wangi Jadi Green and Smart Village Berbasis Eduwisata Mangrove
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

PNJ Kampus Demak Dorong Pantai Glagah wangi Jadi Green and Smart Village Berbasis Eduwisata Mangrove

Last updated: 13 Juli 2026 13:25 13:25
Jatengdaily.com
Published: 13 Juli 2026 13:25
Share
Jajaran dosen PNJ Kampus Demak dan warga manunggal melestarikan kawasan Pantai Glagah Wangi dengan tanam mangrove. Foto : Humas PNJ Kampus Demak
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Pantai Glagah Wangi Istambul di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, terus didorong menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif berbasis konservasi. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PengMas), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Kampus Demak membekali para pengelola wisata dengan berbagai keterampilan untuk mewujudkan konsep Green and Smart Village melalui eduwisata mangrove.

Pelatihan yang digelar pada 11 Juli 2026 itu diikuti 20 peserta yang terdiri atas pelaku usaha lokal, pemilik perahu wisata, pelaku UMKM, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga tokoh masyarakat. Materi yang diberikan meliputi penyusunan paket wisata, teknik kepemanduan wisata, pemanfaatan buah mangrove sebagai bahan baku bioetanol, serta penggunaan panel surya sebagai sumber energi alternatif.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat PNJ Kampus Demak, Sugiyarto, S.Pd., M.Pd., mengatakan seluruh materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat di kawasan wisata Pantai Glagah Wangi Istambul. Potensi mangrove yang selama ini menjadi daya tarik utama diharapkan mampu memberikan nilai tambah, baik dari sisi edukasi maupun ekonomi masyarakat.

“Kami mengintegrasikan potensi mangrove ke dalam paket wisata, mulai dari edukasi konservasi, penanaman mangrove hingga pemanfaatan buah mangrove sebagai bahan bakar bioetanol. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pantai, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berbeda,” ujar Sugiyarto,

Pelatihan tersebut tidak berhenti pada penyampaian teori. Para peserta langsung mempraktikkan keterampilan kepemanduan kepada sekitar 80 wisatawan asal Desa Pilangsari dan Desa Kalikondang yang berkunjung ke Pantai Glagah Wangi. Wisatawan diajak menyusuri sungai menggunakan perahu, mengenal beragam jenis mangrove melalui papan informasi dan QR Code, hingga mengikuti kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir.

Selain itu, pengunjung juga diperkenalkan dengan inovasi pengolahan buah mangrove menjadi bioetanol sebagai alternatif bahan bakar mesin perahu nelayan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari konsep wisata berkelanjutan yang memadukan pelestarian lingkungan, pemanfaatan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Ketua Pokdarwis Tambakbulusan, Moh. Fatkullah, mengapresiasi program yang digagas PNJ Kampus Demak tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas pengelola wisata menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali daya tarik Pantai Glagah Wangi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kami ingin pengelola wisata memiliki keterampilan tambahan agar potensi wisata Pantai Glagah Wangi Istambul kembali jaya. Melalui paket wisata yang lebih menarik, kami berharap jumlah pengunjung meningkat dan perekonomian masyarakat ikut tumbuh. Saatnya Istambul bangkit bersama PNJ,” katanya.

Program yang didanai Politeknik Negeri Jakarta melalui Skema Utama Berdampak ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan Desa Tambakbulusan sebagai Green and Smart Village berbasis eduwisata mangrove. Ke depan, Pantai Glagah Wangi Istambul tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari, tetapi juga sebagai pusat edukasi konservasi yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara mandiri, inovatif, dan berkelanjutan. rie-she

You Might Also Like

Remaja Masjid Diminta Teladani Pendiri NU dan Muhammadiyah
Jalin Komunikasi dengan WNI Kru Kapal Pesiar Diamond Princess, KBRI Tokyo: 78 WNI Sehat
Kapolri Komitmen Berantas Premanisme, Judol dan Narkoba: Siapapun yang Meresahkan Masyarakat Tindak Tegas
Jelang Pemilu 2024, ASN Pemprov Jateng Berikrar Jaga Netralitas
Terkena Banjir, Petani Tambak Udang dan Bandeng Merugi
TAGGED:PNJ Kampus Demak
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?